BPPT Mulai Buat Hujan Buatan Cegah Karhutla Sumatera

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 08:55 WIB
Teknologi Modifikasi Cuaca guna mencegah karhutla mulai digunakan di Sumatera Selatan dan Jambi. Pesawat yang digunakan untuk membuat hujan buatan. (Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca (BBTMC))
Jakarta, CNN Indonesia --

Balai Besar Teknologi Modifikasi Cuaca BBTMC-BPPT dilaporkan mulai mengoperasikan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Sumatera Selatan dan Jambi, Kamis (10/6).

Kepala BBTMC-BPPT Jon Arifian, mengatakan TMC menjadi solusi untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan serta pembasahan lahan gambut. Metode itu disebut menjadi intervensi pertumbuhan awan untuk mengoptimalkan volume dan durasi hujan.

"TMC merupakan upaya intervensi proses pertumbuhan awan dengan memasukkan inti kondensasi ke dalam sistem awan untuk mengoptimalkan kejadian, volume dan durasi hujan," kata Jon melalui keterangan tertulis, Kamis (10/6).


Berdasarkan pola curah hujan di Provinsi Sumsel, kata dia, titik curah hujan terendah terjadi pada Juli. Kini beberapa fenomena cuaca mempengaruhi curah hujan di Indonesia dalam kondisi netral termasuk wilayah Sumsel.

Jon mengatakan tidak ada fenomena global yang berpengaruh, sehingga pola curah hujan di Sumsel akan mengikuti pola curah hujan normal harian.

Jon menjelaskan, TMC akan dilaksanakan bersama TNI AU Skadron 4 Malang, dengan mengerahkan armada pesawat Casa 212 A-2105 dan 11 kru pesawat. Posko TMC dipusatkan di area Lapangan Udara Sri Mulyono Herlambang, Palembang.

Di samping itu, Koordinator Lapangan BBTMC-BPPT, Purwadi mengatakan daerah Ogan Komering Ilir (OKI) dan Musi Banyuasin merupakan daerah dengan lahan gambut terluas di Sumatera Selatan. Hal itu disebut menjadi wilayah yang diprioritaskan untuk penyemaian awan.

"Kami akan memprioritaskan awan-awan di atas lahan gambut sebagai target penyemaian awan, yang dipantau menggunakan radar milik BMKG," ujar Purwadi melalui keterangan tertulis, Kamis (10/6).

Meskipun saat ini wilayah Sumatera dan Selatan tengah menuju puncak musim kemarau, menurut Purwadi, potensi pertumbuhan awan potensial masih ada. Saat ini daerah Sumsel dan Jambi masih ada potensi pertumbuhan awan akibat cuaca lokal yang bisa disemai.

Lebih lanjut Purwadi mengatakan Sumsel dan Jambi memiliki area lahan gambut yang cukup luas, yang rentan terjadi kebakaran ketika dalam kondisi kering. Sehingga lahan gambut itu harus selalu dalam keadaan basah, untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan.

(can/fea)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK