LIPI: Populasi Hewan Punah RI Tak Separah Badak Putih Utara

CNN Indonesia | Jumat, 11/06/2021 16:40 WIB
LIPI menyebut jumlah populasi hewan yang hampir punah di Indonesia belum separah Badak Putih Utara yang tinggal tersisa dua ekor saja. LIPI menyebut jumlah populasi hewan yang hampir punah di Indonesia belum separah Badak Putih Utara yang tinggal tersisa dua ekor saja. (Pixabay/JamesDeMers)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti Zoologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Taufik Purnanugraha menjelaskan populasi hewan khususnya mamalia di Indonesia, saat ini belum ada potensi kepunahan seperti kasus Badak Putih Utara Afrika.

Pasalnya mamalia Badak Putih Utara di Afrika dilaporkan hampir punah karena tinggal tersisa dua ekor betina.

Menurutnya, di Indonesia hewan yang dilindungi dan terancam punah masih memiliki populasi yang terbilang banyak.


"Secara hewan mamalia kita masih punya populasi yang cukup banyak. Tapi kalau berbicara kasus jumlah Badak Putih (Utara) Afrika yang populasinya tinggal dua, itu menurut saya di Indonesia belum sampai ke situ," ujar Taufik kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Kamis (10/6).

Ia menuturkan, saat ini Indonesia punya beberapa hewan ikonik yang statusnya diambang kepunahan di antaranya Harimau Sumatera, Jalak Bali, Orang Utan, Badak Sumatera, Badak Jawa dan Komodo.

Beberapa hewan itu sudah masuk dalam 25 jenis hewan prioritas dilindungi yang terancam punah sejak tahun 2015. 

Taufik mengatakan, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) sudah menetapkan 25 jenis hewan prioritas yang terancam itu. Dari 25 jenis yang disebut, ada sekitar 40 turunan spesies yang dilindungi yang kemudian dilakukan monitoring.

Taufik mengatakan pemerintah sudah mengambil langkah-langkah yang dianggap cukup baik dengan menertibkan 25 satwa yang terancam punah itu lewat sederet penegakan hukum.

Tidak hanya itu, menurutnya untuk menjaga populasi hewan, dibarengi dengan langkah-langkah seperti penjagaan dan pengawasan hutan, kerjasama dengan pihak kepolisian, membuat karantina hewan, serta bekerja sama dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM).

Biasanya, kata Taufik, para stake holder sudah membuat Strategi Rencana Aksi (STRAK) untuk menentukan langkah yang harus diambil agar populasi tetap terjaga.

"Biasanya mereka sudah punya jumlahnya [populasinya], estimasi kalau berada di tingkat kepunahan, minimal populasi sustain-nya (keberlanjutan) berapa. Itu semua sudah dikaji," tutupnya.

Badak putih jantan terakhir yang berasal dari Afrika tewas pada 2018. Badak itu bernama Sudan yang mati di usia 45 tahun.
Kini tersisa dua badak betina yang tersisa yakni anak dan cucu Sudan, Najin (31) dan Fatu (20-an).

Dengan demikian, populasi badak putih di dunia dianggap hampir punah lantaran secara biologis disebut tidak lagi dapat berkembang biak.

Sehingga, para ilmuwan berusaha mengembangbiakkan lagi hewan ini dengan membekukan sperma Sudan sebelum tewas. Sperma ini lantas disuntikkan ke sel telur dari dua Badak betina yang tersisa.

Meski begitu, badak ini belum punah. Sebab menurut pengertian IUCN Red List, hewan disebut punah jika tidak ada seekor hewan pun yang tersisa di alam liar dan penangkaran.

(can/eks)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK