Tingginya Angka Kematian Sambut 'Hari Badak Sedunia' 2018

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 16:08 WIB
Tingginya Angka Kematian Sambut 'Hari Badak Sedunia' 2018 Pemandangan seekor badak yang mati akibat diambil culanya oleh pemburu liar di Klerksdorp, Afrika Selatan. (REUTERS/Siphiwe Sibeko)
Jakarta, CNN Indonesia -- Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menobatkan Hari Badak Sedunia pada 22 September setiap tahunnya.

Tahun ini tema Hari Badak Sedunia seputar perlindungan lima ras badak yang tersisa di dunia.

Hingga hari ini, angka populasi badak masih terus menurun berkat pemburuan cula yang tak ada henti.


Mengutip Express pada Selasa (25/9), lebih dari 500 badak di Afrika Selatan habis dibantai tahun ini.

Sebagai rumah dari 80 persen populasi badak di dunia, negara ini menjadi saksi bisu atas kematian setidaknya dua badak setiap hari.

Ras Badak Putih Utara dinyatakan punah tahun ini ketika Sudan, pejantan terakhir dalam ras tersebut, meregang nyawa di sebuah pemeliharaan hewan di Kenya.

Selain dijadikan pajangan rumah, cula badak dianggap sebagai obat. Padahal anggapan yang terakhir belum terbukti secara ilmiah.

Cula badak memiliki harga jual yang fantastis di pasar gelap, yakni mencapai Rp500 juta per 500 gram.

Kondisi tersebut menyebabkan 20 ribu populasi badak yang tersisa di Afrika Selatan terjerat bahaya kepunahan.

Pada Hari Badak Sedunia tahun lalu, Afrika Selatan mencatat penurunan angka kematian sebesar 26 persen dalam rentang waktu delapan bulan.

Dan hingga Hari Badak Sedunia tahun ini, sebanyak 511 ekor mati sudah di tangan pemburu.

Jumlah tersebut belum termasuk kematian alami hewan akibat kekeringan atau kelaparan.

Kondisi naas ini sungguh bertolak belakang dengan populasi badak pada 10 tahun lalu, di mana hanya tercatat 13 kematian badak berkat pemburuan cula.

Penurunan populasi badak tercatat drastis sejak tahun 2014 berkat maraknya pemburuan, terbukti dengan menurunnya populasi badak di Taman Nasional Kruger yang jatuh dari 9.000 menjadi 5.000 ekor hingga tahun ini.

Walau kepunahan menghantui, namun usaha pelestarian masih dilakukan, salah satunya oleh Kebun Binatang Chester di Inggris.

Program penangkaran yang dilakukan Kebun Binatang Chester membuahkan anak Badak Hitam Timur jantan bernama Jumaane.

Akun media sosial mereka kerap memamerkan tingkah laku Jumaane yang kocak.

Selain program penangkaran, pertemuan antar negara yang akan dilaksanakan pada International Wildlife Trade bulan depan juga diharapkan membuahkan solusi global untuk menghentikan pemburuan liar badak, gajah dan spesies terlindung lainnya.

(fey/ard)