Ikan Purba Coelacanth Dapat Hidup Hingga 100 Tahun

CNN Indonesia | Sabtu, 19/06/2021 21:35 WIB
Coelacanth adalah ikan purba yang sudah ada sejak zaman dinosaurus, ahli baru menyadari spesies ini bisa hidup selama 100 tahun. Coelacanth, ikan purba yang sudah ada selama 400 juta tahun diketahui dapat hidup hingga 100 tahun. (Christophe ARCHAMBAULT / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ahli menyimpulkan bahwa Coelacanth, ikan laut raksasa yang sudah ada sejak zaman dinosaurus hingga sekarang dapat hidup selama 100 tahun. Selain itu ahli juga menemukan hal baru lainnya, yaitu betina dapat hamil selama lima tahun.

Coelacanth yang kerap disebut fosil hidup telah ada selama 400 juta tahun. Awalnya ikan ini dianggap punah sebelum ditemukan dalam kondisi hidup di lepas pantai Afrika Selatan pada 1938.

Ilmuwan tadinya meyakini Coelacanth hidup sekitar 20 tahun. Namun dalam riset yang diterbitkan di Current Biology menyebut ikan ini bisa hidup selama seabad jika dihitung menggunakan teknik standar penanggalan ikan komersial.


Ahli menggunakan spesimen Coelacanth yang sudah mati untuk menentukan usianya, metode yang dipakai memanfaatkan cahaya yang terpolarisasi. Salah satu penulis dalam studi, Bruno Ernande, mengatakan, cahaya terpolarisasi mengungkapkan 5 garis kecil yang tadinya tidak terlihat untuk tiap garis besar buat menentukan umur.

Kemudian peneliti menyimpulkan garis lebih kecil berkorelasi lebih baik dengan satu tahun usia Coelacanth. Ini menunjukkan spesimen tertua berusia 84 tahun.

Teknik ini juga digunakan untuk mempelajari dua embrio Coelacanth. Embrio terbesar berusia 5 tahun, sedangkan embrio lain berusia 9 tahun.

Ernande berkata diperkirakan kehamilan Coelacanth berlangsung setidaknya 5 tahun dengan kelahiran hidup.

Dia menambahkan Coelacanth yang merupakan nokturnal menua dengan lambat seperti penghuni laut lain misal hiu dan pari.

Ikan betina tidak mencapai kematangan seksual sampai akhir usia 50-an. Sedangkan yang jantan matang secara seksual di usia 40-69 tahun.

"Mereka mungkin telah mengembangkan sejarah kehidupan yang serupa karena mereka berbagi habitat dengan tipe yang sama," ujar Ernande mengutip dari AP.

(els/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK