Link Live Streaming Strawberry Supermoon 24 Juni

CNN Indonesia | Rabu, 23/06/2021 16:12 WIB
Fenomena alam ini sangat jarang terjadi, Supermoon pertama di 2021 terjadi pada April, yang kedua pada Mei. Ilustrasi Strawberry Supermoon. (Foto: AP/Kasan Kurdi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena Strawberry Supermoon atau bulan purnama akan terjadi pada 24-25 Juni. Ini akan menjadi Supermoon terakhir di 2021.

Fenomena alam ini sangat jarang terjadi, Supermoon pertama di 2021 terjadi pada April, yang kedua pada Mei. Namun Strawberry Supermoon kali ini tidak akan sedramatis Pink Supermoon pada April lalu.

Kita bisa menyaksikan fenomena Strawberry Supermoon pada link live https://www.virtualtelescope.eu/webtv/


Bulan purnama kali ini bisa disaksikan di seluruh dunia, termasuk di seluruh Indonesia dimulai munculnya Bulan saat Matahari terbenam sampai esok hari saat Bulan terbenam.

Fase Bulan purnama terjadi pada 25 Juni pukul 01.39.33 WIB/02.39.33 WITA/03.39.33 WIT. Namun, sudah dapat disaksikan sejak 24 Juni saat pada malam hari.

Alasan nama Strawberry Supermoon

Meski diberi nama Strawberry Supermoon, namun Bulan purnama yang terjadi pada Kamis mendatang bakal berwarna merah seperti strawberry.

Penamaan ini terkait dengan penamaan yang diberikan oleh suku lokal Indian di Amerika Utara yang terangkum dalam Farmer's Almanac.

Di sebagian kawasan Amerika Utara, peristiwa Bulan purnama di momen ini dulu bertepatan dengan panen strawberry.

Meski demikian, tidak semua suku asli Amerika Utara memberi penamaan momen Bulan purnama di Juni sebagai Strawberry Supermoon. Beberapa suku lain memiliki penamaan berbeda, tergantung jenis tanaman apa yang mereka panen pada Juni.

Suku Anishinaabe menamakan Blooming Moonkarena dikaitkan dengan musim ketika bunga-bunga bermekaran. Suku Cherokee menamakannya Green Corn Moon dan Western Abenaki menamakan Hoer Moon sebagai tanda untuk mulai merawat tanaman muda, seperti dilansir dari Life Hacker.

Supermoon hanya terjadi ketika bulan berada dalam 90 persen dari perigee, yang merupakan titik terdekat ke Bumi dalam jarak orbit.

Sehingga secara teknis Supermoon hanya sedikit lebih terang dan lebih besar dari bulan normal. Menurut NASA, pada saat terjadi Supermoon, Bulan hanya terlihat 17 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari purnama yang terjadi ketika Bulan ada di titik terjauh dari Bumi.

Untuk mengamati peristiwa ini bisa dilakukan dengan mudah, karena ukuran Bulan yang cukup besar jika dilihat dari Bumi. Cukup arahkan pandangan dimana Bulan berada.

Fenomena Supermoon Strawberry ini disebut akan terlihat lebih besar ketika baru terbit dan masih berada dekat horizon ketimbang ketika ia sudah tinggi di langit. Peristiwa ini dikenal sebagai ilusi Bulan, seperti dilaporkan Learn Astronomy HQ.

Jika ingin menyaksikan bagaimana Supermoon terbit di Roma, Anda bisa menyaksikan live streaming yang disiarkan oleh Virtual Telescope Project.

(mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK