Dirut Telkom: Iklan Digital Lari ke Luar Negeri, RI Rugi

CNN Indonesia | Selasa, 29/06/2021 16:59 WIB
Direktur utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah menyayangkan iklan digital Indonesia yang lari ke luar negeri. Ilustrasi iklan digital. (AFP PHOTO / Tolga Akmen)
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur utama Telkom Indonesia, Ririek Adriansyah menyayangkan iklan digital Indonesia yang lari ke luar negeri. Menurut Ririek, maraknya usaha digital yang banyak dilakukan perusahaan dari luar, yang kena terkena dampak negatif justru media lokal karena jumlah volume iklan yang menurun drastis.

Ririek menilai pemasangan iklan di Indonesia termasuk media melalui perusahaan digital luar negeri adalah sesuatu yang aneh.

"Inilah yang membuat nilai bisnis iklan terus menurun" tutur Ririek dalam acara peluncuran Tanah Air Digital Exchange (Tadex) secara virtual, Selasa (29/6).


Dampak negatif lain, sambung Ririek, memunculkan media abal-abal yang hanya berorentasi pada klik bait atau judul yang bombastis. Namun demikian, kata Ririek, hal tersebut dapat dicegah lantaran adanya sistem rating di Tadex.

"Ke depannya ini akan menjadi solusi yang bagus untuk advertiser maupun publisher sejalan dengan program pemerintah untuk memerangi hoax,"

Senada dengan Ririek, Ketua Dewan Pers, Muhammad Nuh  turut mengkritik minimnya pemanfaatan data yang dimiliki Indonesia.

"Kita ini terus terang seringkali membiarkan, yang lebih gamblang, menelantarkan aset yang sangat luar biasa yaitu data," ucap Nuh.

Menyerahkan data secara cuma-cuma ke luar negeri meski dianggap sebagai kebaikan, Nuh menganggap hal itu sebagai kebodohan.

"Saya rasa, kebaikan itu, kebaikan yang kita berikan soal data itu mirip dengan kobodohan terlalu naif kita," imbuhnya.

Kehadiran Tadex, kata Nuh akan membangkitkan kesadaran mengenai pengelolaan data yang begitu banyak di Indonesia. Sehingga kekayaan yang dimiliki tak akan lari kemana-mana dan dapat dimanfaatkan sebaik mungkin.

Presiden Joko Widodo juga mengatakan Tadex adalah karya anak bangsa harus didukung dan dimanfaatkan sebaik-baiknya.

"Untuk mendorong ekosistem digital yang inklusif, membangun periklanan digital yang inovatif dan transparan, dengan tetap mengedepankan kualitas pesan ke publik," ujar Jokowi.

(nis/DAL)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK