Fortnite Hancurkan Kabah: Sandi Protes-Menkominfo Gaet Polisi

eks, CNN Indonesia | Senin, 05/07/2021 15:39 WIB
Menparekraf Sandiaga Uno dan Menkominfo Johnny G. Plate merespons heboh game Fortnite memiliki mode untuk menghancurkan objek diduga Kabah. Ilustrasi. Menparekraf Sandiaga Uno dan Menkominfo Johnny G. Plate merespons heboh game Fortnite memiliki mode untuk menghancurkan objek diduga Kabah. (Lionel BONAVENTURE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno merespons heboh game Fortnite diduga memiliki mode untuk menghancurkan objek yang diduga mirip Kabah.

Jonny mengaku pihak Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) tengah menggaet pihak kepolisian terkait heboh game Fortnite . Sementara, Sandi menyatakan akan memblokir game tersebut.

"Sebagai tindak lanjut beredarnya konten tersebut, Kementerian Kominfo sedang berkoordinasi kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk menelusuri dan menindak pelaku yang mengkreasi konten tersebut," jelas Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny Plate dalam tertulis dalam pernyataan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com, Senin (5/7).


Sementara Sandi menginstruksikan jajarannya di Kemenparekraf untuk mengkaji sekaligus memblokir game aksi tersebut agar tidak dimainkan oleh anak-anak.

"Lima kali sehari minimal kita menghadap Kabah, dari mana pun kita di dunia untuk menunaikan salat wajib atau salat sunnah. Dan di game ini saya diberitahu bahwa ada Ikon yang dinilai mirip Kabah yang harus dihancurkan untuk mendapatkan senjata baru dan naik ke level berikutnya," ungkap Sandiaga Uno dalam keterangan resmi (5/7).

Sehingga, ia mengaku sepakat dengan fatwa yang diterbitkan Pusat Fatwa Elektronik Universitas Al Azhar Kairo, yakni larangan bagi umat muslim untuk tidak memainkan game Fortnite.

Klarifikasi Fortnite

Berdasarkan penelusuran Kominfo, isu game Fortnite yang memiliki mode untuk menghancurkan objek diduga Kabah bermula dari konten video Youtube yang dipublikasikan pada 17 Februari 2019.

Berdasarkan keterangan Fortnite yang diterima pihak Kemenkominfo, video itu dibuat dengan fitur khusus Creativity Mode di game tersebut. Sehingga, bukan sengaja disediakan dan diwajibkan oleh pihak Fortnite untuk seluruh pengguna menghancurkan objek serupa Kabah sebagaimana diributkan.

"Pihak Fortnite telah melakukan klarifikasi bahwa elemen (mirip Kabah) yang termuat dalam video tersebut merupakan user generated content (UGC) yang dibuat oleh pengguna dalam bentuk Creativity Mode," jelas Johnny.

Sehingga, sebagai tindak lanjut beredarnya konten tersebut, Kementerian Kominfo sedang berkoordinasi kepada Kepolisian Republik Indonesia untuk menelusuri dan menindak pelaku yang mengkreasi konten tersebut.

"Kementerian Kominfo terus mendalami dan menelusuri konten terkait dan akan melakukan penindakan secara tegas sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku jika ditemukan pelanggaran di ruang digital," tandasnya.

(eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK