Microsoft Minta Segera Update Windows

CNN Indonesia | Kamis, 08/07/2021 15:52 WIB
Microsoft menyarankan pengguna Windows untuk segera melakukan pembaruan sistem operasi untuk meningkatkan keamanan perangkat software. Microsoft 11. (Foto: (dok. Microsoft))
Jakarta, CNN Indonesia --

Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat, Microsoft menyarankan pengguna Windows untuk segera melakukan pembaruan untuk meningkatkan keamanan perangkat software.

Arahan itu dikeluarkan perusahaan sebab ada potensi kerentanan pada Print Spooler yang dikenal sebagai Print Nightmare.

Para peneliti dalam cuitannya pada akhir Mei menjelaskan mereka telah menemukan kerentanan di Print Spooler, yang memungkinkan banyak pengguna mengakses printer.


Para peneliti secara tidak sengaja menerbitkan kode eksploitasi proof-of-concept (PoC), dan kemudian menghapusnya. Namun PoC itu belum sempat dipublikasikan secara online, termasuk di situs pengembang GitHub.

Microsoft memperingatkan bahwa peretas yang mengeksploitasi PoC dapat menginstal program, melihat dan menghapus data, atau bahkan membuat akun pengguna baru. Hal itu berpotensi memberi perintah yang dapat mengakibatkan beberapa kerusakan serius.

Untuk menanggulanginya, Microsoft telah mengeluarkan pembaruan keamanan out-of-band. Peneliti menilai kerentanan itu sebagai hal yang krusial, lantaran peretas dapat mengeksekusi kode dari jarak jauh.

Windows 10 bukan satu-satunya versi yang memiliki kerentanan. Sebelumnya Windows 7 telah dihentikan dukungannya oleh Microsoft, lantaran adanya temuan kerentanan pada sistem.

Meski begitu Microsoft juga mengambil langkah yang tidak biasa dengan memberikan tambalan keamanan untuk pengguna Windows 7, yang sudah tidak lagi didukung semenjak tahun lalu.

Namun, pembaruan untuk Windows server 2016 yakni Windows 10 versi 1607 dan Windows Server 2012 disebut masih menunggu.

"Kami menyarankan Anda segera menginstal pembaruan ini," kata perusahaan itu seperti dikutip CNN.

Ini adalah peringatan keamanan terbaru dari Microsoft dalam satu setengah tahun terakhir. Sebelumnya Microsoft dilaporkan memiliki masalah keamanan pada 2020, ketika Badan Keamanan Nasional memperingatkan Microsoft akan adanya kelemahan sistem pada OS Windowsnya.

(can/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK