Sinyal Prancis dan Jerman Tolak Mobil Bensin Mati 2035

fea, CNN Indonesia | Rabu, 14/07/2021 22:58 WIB
Uni Eropa terindikasi ingin menghentikan semua penjualan mobil fosil pada 2035. Ilustrasi emisi kendaraan. (istockphoto/ nikamata)
Jakarta, CNN Indonesia --

Prancis dan Jerman mengindikasikan penolakan atas rencana Uni Eropa (UN) menghentikan semua penjualan mobil bermesin pembakaran dalam pada 2035.

Sebelumnya sudah diberitakan bahwa UN akan mengungkap rencana itu pada Rabu (14/7) yang menginginkan emisi turun 65 persen pada 2030 dan terpangkas lagi sampai 0 persen pada 2035.

Automotive News menjelaskan dari informasi seorang pejabat di administrasi Presiden Prancis Emmanuel Macron bahwa pemerintah Prancis mendukung target pengurangan emisi 55 persen pada 2030 dari tahun ini. Tujuannya agar mobil hibrida bisa berada lebih lama di pasaran.


Pejabat itu, yang meminta tidak disebutkan identitasnya, berkomentar usai Macron bertemu dengan berbagai produsen otomotif termasuk Stellantis dan Renault serta pemasok Valeo, Faurecia, dan Plastic Omnium, serta representatif serikat pekerja.

Menteri Transportasi Jerman Andreas Scheuer juga mengeluarkan pernyataan yang dirasa terlalu ketat buat sektor otomotif.

"Saya percaya semua produsen mobil dan truk menyadari spesifikasi lebih ketat akan datang. Tetapi itu harus layak secara teknis," kata Scheuer kepada media Jerman DPA.

Scheuer mengatakan dia mendukung peralihan ke sistem gerak baterai saat mesin pembakaran dalam mulai dihapus.

Posisi Prancis dan Jerman bisa jadi petanda perlawanan pada target UN yang baru.

Menghentikan penjualan mobil pembakaran dalam pada 2035 adalah bagian rencana ambisius yang sejalan dengan target baru perekonomian. Peralihan ini juga berarti membuat masa penjualan mobil-mobil hybrid tidak akan berlangsung lama.

Target sebelumnya yaitu mengurangi emisi 37,5 persen pada 2030.

(fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK