LAPAN Buka Suara soal Meteor Jatuh di Norwegia dan Texas

CNN Indonesia | Senin, 26/07/2021 22:30 WIB
Menurut Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN, Tiar Dani meteor jatuh ke Bumi lumrah terjadi, namun pergerakannya tidak bisa diprediksi dengan tepat. Ilustrasi meteor mengarah ke Bumi. (Foto: iStockphoto/Elenarts)
Jakarta, CNN Indonesia --

Peneliti Pusat Sains Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) buka suara soal fenomena meteor raksasa jatuh di Norwegia dan di Texas, Amerika Serikat.

Menurut Peneliti Pusat Sains Antariksa LAPAN, Tiar Dani meteor jatuh ke Bumi lumrah terjadi, namun pergerakannya tidak bisa diprediksi dengan tepat.

Tiar pun menjelaskan fenomena jatuhya meteor di Norwegia dan Texas dalam waktu berdekatan tidak ada hubungannya dengan adanya fenomena perihelion merkurius ke Bumi.


Secara umum, kata Tiar, sumber meteor berasal dari sabuk asteroid yang terletak di antara orbit planet Mars, dan planet Jupiter.

"Tetapi hal ini masih perlu dilakukan analisis lagi dari lintasan meteor tersebut untuk memastikan asalnya dari mana," ujar Tiar kepada CNNIndonesia.com, lewat pesan teks, Senin (26/7) siang.

Disinggung soal keterkaitan momentum jatuhnya meteor di Norwegia dan Texas dalam waktu yang berdekatan, Tiar menjelaskan bahwa hal itu tidak dapat diprediksi, karena area langit yang harus diamati sangat luas, dan asteroid bisa bergerak ke arah mana saja.

Lebih lanjut ia mengatakan untuk mengetahui keterkaitan antara dua fenomena langit itu dengan adanya hujan meteor pada akhir Juli yakni fenomena hujan meteor Alpha Capricornid, disebutnya perlu dilakukan analisis terlebih dahulu dari lintasan meteor-meteor tersebut.

Sementara Peneliti Sains dan Antariksa LAPAN Abdul Rachman mengatakan jatuhnya meteor di Texas dan di Norwegia disebut fenomena alam yang normal terjadi di alam semesta.

"Fenomena yang terjadi tersebut adalah fenomena alam yang normal terjadi namun dengan peluang kejadian [dampak ke Bumi] yang kecil," ujar Abdul.

Lebih lanjut ia menjelaskan setiap harinya ada ratusan ton benda-benda antariksa alami yang memasuki atmosfer Bumi. Benda antariksa yang jatuh di Norwegia dan Texas itu, dijelaskan Abdul, merupakan asteroid dan komet yang beredar dan mengelilingi Matahari.

Sebelumnya, sebuah meteor raksasa dilaporkan jatuh menghantam Bumi dan terbakar di langit Norwegia, hingga menghasilkan cahaya terang di gelap malam di selatan kota itu, Minggu (25/7).

Dampak dari masuknya asteroid itu ke Bumi menimbulkan suara gemuruh dari pendaran cahaya yang spektakuler saat melintasi langit. Ahli memperkirakan bahwa sisa meteor akan jatuh menghantam Bumi.

Beberapa saat usai meteor melintas di langit Norwegia, Sebuah meteor atau bola api dilaporkan terbang dan tampak jatuh di langit Texas, AS. Penampakan itu terekam dari mobil seorang warga setempat.

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat, NASA percaya bahwa meteor itu memasuki atmosfer Bumi di suatu tempat antara Dallas dan Houston.

Seorang saksi mata menyebut bahwa fenomena itu terjadi pada Minggu (27/7) malam, sekitar pukul 21.00 waktu setempat. Sejumlah ledakan juga dikabarkan terdengar oleh sejumlah masyarakat di Texoma dan timur laut Texas. Diduga ledakan berasal dari adanya benda jatuh dari luar angkasa itu.

(can/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK