Biden Bicara Jakarta Tenggelam, NASA-LIPI Beberkan Data

CNN Indonesia | Jumat, 30/07/2021 17:35 WIB
NASA dan LIPI sudah lebih dulu beberkan data soal prediksi Jakarta tenggelam yang disinggung Biden dalam pidato hari ini. Ilustrasi. NASA dan LIPI sudah lebih dulu beberkan data soal prediksi Jakarta tenggelam yang disinggung Biden dalam pidato hari ini.(CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sudah sejak lama bersuara soal mengenai kemungkinan Jakarta akan tenggelam akibat perubahan iklim seperti disinggung Presiden AS Joe Biden.

Biden sempat menyinggung mengenai prediksi Jakarta tenggelam dalam 10 tahun ke depan. Hal ini terkait dengan fenomena perubahan iklim yang jadi salah satu faktor Indonesia berencana memindahkan Ibukota negara ke Kalimantan.

Hal itu disampaikan Biden saat berpidato di Pusat Kontra-Terorisme Nasional AS pada Selasa (27/7). Ia mengatakan perubahan iklim jadi ancaman terbesar Departemen Pertahanan AS saat ini.


Ia mengatakan, jika permukaan air laut naik 2,5 kaki atau 7,6 cm saja, itu akan ada jutaan orang harus pindah dari lokasi yang ditinggali dan berebut lahan subur.

Jika hal itu benar terjadi sesuai proyeksi, Jakarta akan tenggelam 10 tahun mendatang. Hal ini yang kemudian mendorong Pemerintah RI mulai mewujudkan rencana memindahkan ibu kota ke Kalimantan.

"Apa yang terjadi di Indonesia jika perkiraan itu benar, bahwa dalam sepuluh tahun, mereka kemungkinan harus memindahkan ibu kota karena tenggelam?" ujar Biden dalam pidatonya seperti yang diunggah di situs resmi Gedung Putih.

Sebelumnya, NASA telah mengungkapkan hal serupa. Menurut NASA, Jakarta dan pulau reklamasi menjadi salah satu kota pesisir yang terancam tenggelam.

Ancaman tenggelam ini terjadi akibat kenaikan permukaan air laut imbas pemanasan global dan pencairan lapisan es.

"Hanya sedikit tempat yang menghadapi potensi itu salah satunya daerah dengan penduduk 32 juta orang di Jakarta," seperti tertulis pada laman NASA.

Ancaman Jakarta tenggelam didorong oleh dua faktor, pertama kenaikan air laut global dan kedua masalah penurunan permukaan tanah akibat penyedotan air tanah. Hal ini sempat dituturkan Pusat Penelitian Oseanografi LIPI Intan Suci Nurhati.

Sementara Peneliti Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan LIPI, Laely Nurhidayah memproyeksikan permukaan laut pada 2050 dan 2100 akan naik 25 cm hingga 50 cm. Kenaikan permukaan laut akan mengancam warga kawasan pesisir di Indonesia, seperti Jakarta, Semarang, dan Demak.

Di sisi lain, NASA mengingatkan pembangunan di pesisir pantai Jakarta, seperti reklamasi pantai dan pulau sangat berisiko. Keduanya berada di garis depan wilayah Jakarta yang tak terhindarkan tenggelam akibat kenaikan permukaan laut. Sebab, secara global kenaikan permukaan air laut terus naik hingga 3,3 milimeter pertahun.

Pembangunan pulau-pulau reklamasi juga dianggap berisiko tenggelam karena punya tingkat penurunan tanah yang cepat. Jika sebagian wilayah Jakarta Utara berisiko mengalami penurunan puluhan milimeter per tahun, angka penurunan tanah pulau reklamasi makin cepat, hingga 80 milimeter per tahun.

LIPI membeberkan faktor lain yang ikut mendukung penurunan permukaan tanah Jakarta akibat pertambahan bangunan dalam skala masif setiap tahun. Bangunan-bangunan untuk kepentingan industri, perkantoran, perumahan menyebabkan daerah resapan air semakin menipis. Hal itu harus ditata ulang oleh pemerintah.

(ryh/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK