TIPS OTOMOTIF

Penanganan Mobil yang Tepat saat Sopir Mendengar Ban Pecah

CNN Indonesia | Kamis, 05/08/2021 18:30 WIB
Ada beberapa hal penting yang wajib pengemudi lakukan saat mobilnya yang melaju cepat tiba-tiba mengalami ban pecah. Kuasai cara menghadapi mobil berkecepatan tinggi tiba-tiba mengalami ban pecah. (Foto: CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Panik membuat banyak pengemudi langsung menginjak pedal rem dalam-dalam saat mobilnya yang melaju cepat tiba-tiba mengalami ban pecah. Cara ini salah sebab dapat menyebabkan kecelakaan dan cedera untuk penghuni kabin.

Menginjak pedal rem saat ban pecah disebut malah akan membuat mobil sulit dikendalikan lantaran perubahan gaya dan beban secara tiba-tiba. Lantas tindakan apa yang seharusnya pengemudi lakukan dan hindari dalam kondisi pecah ban tiba-tiba.

Jangan panik

Pecah ban merupakan kejadian yang berbahaya tapi masih bisa dikendalikan dimana kata kuncinya jangan panik. Begitu panik, biasanya kita akan mengambil tindakan yang salah dan mobil tidak bisa dikendalikan.


Jangan rem mendadak

Ini merupakan momen paling krusial saat tiba-tiba ban mobil pecah di jalan, apalagi kalau terjadi di jalan tol dengan kecepatan relatif tinggi. Ketika rem diinjak, bobot mobil akan pindah ke depan dan setir akan menarik ke arah ban pecah.

Fitur rem ABS tidak dapat memperbaiki situasi karena ban yang pecah praktis tidak ada daya cengkeram ke aspal. Dalam situasi seperti ini, sulit bagi pengemudi untuk memprediksi arah gerak mobil. Bahkan jika pengereman terlalu keras dan ada momentum, mobil bisa terpelanting dan terbalik.

Tahan kemudi

Meskipun kejadian hanya dalam waktu sekian detik, pelajari ban bagian mana yang pecah. Jika ban depan, arah kemudi harus ditahan lurus lebih kuat karena setir akan tertarik ke arah ban yang pecah. Kalau ban belakang yang pecah relatif dapat dikendalikan karena kontrol tetap ada di ban depan.

Pertahankan arah kemudi lurus ke depan dan jangan melakukan manuver yang membuat mobil tidak bisa dikendalikan, seperti membelokkan setir ke arah berlawanan yang akan membuat mobil berpotensi terbalik.

Jangan injak kopling

Untuk mobil transmisi manual, jauhkan kaki kiri dari pedal kopling. Saat pedal kopling diinjak, mobil malah akan meluncur deras tidak terkendali karena tidak tertahan beban putaran mesin.

Jangan posisikan gigi ke netral

Efeknya sama dengan menginjak pedal kopling karena putaran ban tidak tertahan oleh putaran mesin. Kita bisa membantu mengurangi kecepatan dengan menurunkan posisi gigi.

Namun langkah ini hanya efektif jika laju mobil tidak terlalu kencang karena tidak mudah memindahkan tuas transmisi saat panik dan efeknya kurang terasa pada mobil transmisi matic. Jika sulit, cukup pertahankan arah kemudi supaya tetap lurus ke depan.

Lepas pedal gas

Lepaskan pedal gas dan biarkan kecepatan mobil turun dengan sendirinya begitu terdeteksi ada ban mobil pecah. Dengan begitu kita bisa fokus pada upaya mengendalikan arah mobil.

Kalau kecepatan sudah mulai berkurang dan terkendali, arahkan kendaraan ke kiri jalan secara perlahan dan jangan lupa aktifkan lampu sein ke kiri. Terus pantau kondisi di belakang via kaca spion. Jika kecepatan sudah melambat, arahkan mobil ke bahu jalan dan biarkan mobil berhenti lantaran kehabisan momentum.

Cegah ban pecah

Risiko ban mobil pecah dapat dicegah jika kita rutin melakukan perawatan mobil seperti mengecek tekanan angin ban. Termasuk juga melakukan rotasi ban secara berkala supaya setiap ban berbagi beban dan mengalami keausan telapak ban secara lebih merata dan proporsional.

Saran lain jalankan spooring dan balancing untuk memastikan ban dan seluruh perangkat kaki-kaki dalam kondisi prima, mengutip keterangan resmi Auto2000.

(ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK