Moeldoko Ungkap Hasil Survei Minat Beli Mobil Listrik Rendah

CNN Indonesia | Rabu, 25/08/2021 14:27 WIB
Ada tiga faktor penyebab rendahnya minat masyarakat Indonesia terhadap mobil listrik. Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko saat kunjungan ke Pabrik Wuling Motors di Kawasan Greenland International Industrial Center (GIIC) di Cikarang, Jawa Barat, pada Selasa (24/8). (Foto: ANTARA/HO-Kantor Staf Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengungkap tiga faktor penyebab rendahnya minat masyarakat Indonesia terhadap mobil listrik.

Menurut Moeldoko, berdasarkan survei konsultan manajemen Solidiance pada 2018, faktor pertama adalah daya jelajah kendaraan listrik yang terbatas, kedua Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang masih minim, dan ketiga harga mobil listrik yang masih cenderung lebih mahal dibandingkan mobil konvensional.

Kendatai demikian dijelaskan Mantan Panglima TNI ini jika pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan industri mobil listrik termasuk berbagai infrastrukturnya, meskipun tantangan yang dihadapi tidak akan mudah.


"Perubahan yang cukup radikal ini memang tidak mudah. Namun yang paling penting, kita melihat sudah ada komitmen dari pemerintah terhadap mobil listrik," kata Moeldoko dikutip dari Antara, Rabu (25/8).

Dikatakan Moledoko, Indonesia semakin dekat dengan pengembangan industri mobil listrik. Saat ini infrastruktur untuk kegiatan produksi mobil listrik dalam negeri terus dikembangkan.

Selain itu, sejumlah industri otomotif dunia dari Jepang dan China juga telah menunjukkan keseriusan untuk berinvestasi industri mobil listrik di Indonesia.

Data penjualan mobil listrik 2021

Menurut data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), realisasi total penjualan mobil ramah lingkungan (hybrid dan listrik) di Indonesia sepanjang semester pertama 2021 mencapai 1.900 unit. Angka tersebut tidak berbeda jauh dibandingkan penjualan pada periode yang sama di 2020 yang sebesar 1.234 unit.

Jika dibandingkan dengan penjualan mobil konvensional, pasar mobil listrik tertinggal jauh.

Didukung Perpres mobil listrik

Presiden Joko Widodo telah menandatangani Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai Untuk Transportasi Jalan.

Pada Maret 2021 lalu, KSP bersama Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) telah menyosialisasikan program penggunaan mobil listrik di lingkungan kementerian dan lembaga melalui program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBL-BB).

KSP juga telah menekankan pentingnya pergeseran menuju industri mobil listrik dengan sumber energi terbarukan. Mobil listrik menjadi solusi dalam mengurangi konsumsi bahan bakar fosil serta meningkatkan kualitas lingkungan dan udara. Moeldoko optimistis Indonesia akan mampu meningkatkan peluang untuk menjadi basis produksi dan ekspor KBL-BB.

Sementara itu, Kementerian Perhubungan telah menyusun Peta Jalan Kendaraan Operasional K/L dan Angkutan Umum dari Kendaraan ICE (Internal Combustion Engine) ke KBL BB.

Kementerian ESDM bersama dengan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN ditunjuk membangun infrastruktur pendukung berupa SPKLU.

Tercatat hingga April 2021 telah dibangun 112 unit SPKLU pada 83 lokasi di Indonesia. Selain itu PLN juga menyiapkan berbagai stimulus untuk meningkatkan minat pasar untuk menggunakan KBL-BB.

(Antara/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK