Infinix dan Realme Ungkap Alasan Terjun ke Pasar Laptop
CNN Indonesia
Sabtu, 28 Agu 2021 13:35 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi Realme Book. (dok. screencapture situs Realme)
Jakarta, CNN Indonesia --
Beberapa vendor ponsel pintar belakangan merambah ke penjualan laptop, di antaranya Infinix dan Realme. Keduanya membeberkan alasan merambah ke pasar laptop.
Public Relation Manager Realme Indonesia, Krisva Angnieszca, membeberkan alasan produk asal China itu masuk ke pasar laptop.
"Pertama ini merupakan perwujudan dari strategi produk terbaru kita yaitu 1+5+T, di mana Realme Book ini termasuk dari '5' dalam kategori laptop," ujar Krisva kepada CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Selasa (24/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut perilisan laptop besutan Realme itu merupakan kejutan kepada pasar usai pihaknya berhasil menjual produk kepada 100 juta konsumen di seluruh dunia.
Di samping itu, kata Krisva, Realme juga melihat pandemi Covid-19 sebagai peluang untuk meluncurkan produk laptop perdananya untuk menemani aktivitas kreator muda di Indonesia.
Akan tetapi, saat disinggung soal tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada laptop besutan Realme, Krisva mengatakan pihaknya baru mendengar peraturan pemerintah perihal TKDN untuk laptop. Kini pihaknya masih akan membahas secara internal untuk mematuhi persyaratan itu.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berupaya mengurangi impor laptop dengan mempersiapkan peraturan menteri mengenai tata cara perhitungan TKDN produk laptop.
Tujuan aturan itu disebut untuk meningkatkan investasi dalam komponen yang terkait TKDN laptop, sehingga diharapkan bisa meningkatkan peralihan dari impor dengan produk dalam negeri.
Realme merilis laptop Realmebook di Indonesia pada 18 Agustus. Laptop itu dibanderol dengan harga Rp10,999 juta.
Saat ditanya mengapa vendor itu merilis laptop di kisaran harga itu, Krisva mengatakan hal itu merupakan salah satu strategi dari realme.
"Keputusan untuk menghadirkan laptop di range harga 10jt menjadi salah satu bukti dari strategy dan semangat dari realme itu sendiri," ujarnya.
Krisva mengatakan produk besutannya diklaim memiliki teknologi terbaru dan tercanggih dengan harga kisaran Rp10 juta. Pihaknya enggan mengorbankan spesifikasi hanya untuk masuk ke pasar yang lebih murah.
Dihubungi terpisah, salah satu perwakilan dari Infinix Indonesia juga membeberkan alasan yang membuat perusahaan teknologi itu akhirnya merambah ke penjualan laptop.
Perwakilan Infinix mengatakan mereka tidak ingin terbatas dengan ponsel pintar saja, melainkan ingin terus berinovasi dengan menghadirkan laptop INBook. Lewat produk laptop, pihaknya juga ingin memberikan pilihan produk kepada para konsumen.
"Di Infinix, kami memiliki DNA untuk terus berinovasi. Kami tidak ingin terbatas di smartphone. Dengan kehadiran INBook, kami ingin lebih banyak memberikan pilihan produk ke konsumen Indonesia," ujar perwakilan Infinix kepada CNNIndonesia.com, Rabu (25/8).
Di samping itu pihaknya juga merasa yakin menghadirkan produk laptop yang diklaim memiliki prosesor kencang. Dia mengatakan baik INBook X1 maupun INBook X1 Pro memiliki desain tipis, tetapi bertenaga.
Pihaknya membeberkan INBook X1 dilengkapi dengan prosesor Intel Core i7, baterai yang diklaim kuat hingga 13 jam, serta pengisian cepat 65 Watt. Keduanya dihadirkan untuk segmen anak muda dan profesional.
Perwakilan Infinix Indonesia juga mengatakan sebelum pihaknya meluncurkan produk dengan harga rata-rata Rp7 hingga Rp11 jutaan, Infinix selalu bertanya kepada konsumen soal apa yang dibutuhkan.
"Sebelum meluncurkan sebuah produk, kami selalu bertanya kepada konsumen kami mengenai apa yang mereka butuhkan," ujar perwakilan Infinix.
Jakarta, CNN Indonesia --
Beberapa vendor ponsel pintar belakangan merambah ke penjualan laptop, di antaranya Infinix dan Realme. Keduanya membeberkan alasan merambah ke pasar laptop.
Public Relation Manager Realme Indonesia, Krisva Angnieszca, membeberkan alasan produk asal China itu masuk ke pasar laptop.
"Pertama ini merupakan perwujudan dari strategi produk terbaru kita yaitu 1+5+T, di mana Realme Book ini termasuk dari '5' dalam kategori laptop," ujar Krisva kepada CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Selasa (24/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut perilisan laptop besutan Realme itu merupakan kejutan kepada pasar usai pihaknya berhasil menjual produk kepada 100 juta konsumen di seluruh dunia.
Di samping itu, kata Krisva, Realme juga melihat pandemi Covid-19 sebagai peluang untuk meluncurkan produk laptop perdananya untuk menemani aktivitas kreator muda di Indonesia.
Akan tetapi, saat disinggung soal tingkat komponen dalam negeri (TKDN) pada laptop besutan Realme, Krisva mengatakan pihaknya baru mendengar peraturan pemerintah perihal TKDN untuk laptop. Kini pihaknya masih akan membahas secara internal untuk mematuhi persyaratan itu.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berupaya mengurangi impor laptop dengan mempersiapkan peraturan menteri mengenai tata cara perhitungan TKDN produk laptop.
Tujuan aturan itu disebut untuk meningkatkan investasi dalam komponen yang terkait TKDN laptop, sehingga diharapkan bisa meningkatkan peralihan dari impor dengan produk dalam negeri.
Realme merilis laptop Realmebook di Indonesia pada 18 Agustus. Laptop itu dibanderol dengan harga Rp10,999 juta.
Saat ditanya mengapa vendor itu merilis laptop di kisaran harga itu, Krisva mengatakan hal itu merupakan salah satu strategi dari realme.
"Keputusan untuk menghadirkan laptop di range harga 10jt menjadi salah satu bukti dari strategy dan semangat dari realme itu sendiri," ujarnya.
Infinix dan Realme Ungkap Alasan Terjun ke Pasar Laptop
Ilustrasi Infinix. (CNN Indonesia/Aqmal Maulana)
Krisva mengatakan produk besutannya diklaim memiliki teknologi terbaru dan tercanggih dengan harga kisaran Rp10 juta. Pihaknya enggan mengorbankan spesifikasi hanya untuk masuk ke pasar yang lebih murah.
Dihubungi terpisah, salah satu perwakilan dari Infinix Indonesia juga membeberkan alasan yang membuat perusahaan teknologi itu akhirnya merambah ke penjualan laptop.
Perwakilan Infinix mengatakan mereka tidak ingin terbatas dengan ponsel pintar saja, melainkan ingin terus berinovasi dengan menghadirkan laptop INBook. Lewat produk laptop, pihaknya juga ingin memberikan pilihan produk kepada para konsumen.
"Di Infinix, kami memiliki DNA untuk terus berinovasi. Kami tidak ingin terbatas di smartphone. Dengan kehadiran INBook, kami ingin lebih banyak memberikan pilihan produk ke konsumen Indonesia," ujar perwakilan Infinix kepada CNNIndonesia.com, Rabu (25/8).
Di samping itu pihaknya juga merasa yakin menghadirkan produk laptop yang diklaim memiliki prosesor kencang. Dia mengatakan baik INBook X1 maupun INBook X1 Pro memiliki desain tipis, tetapi bertenaga.
Pihaknya membeberkan INBook X1 dilengkapi dengan prosesor Intel Core i7, baterai yang diklaim kuat hingga 13 jam, serta pengisian cepat 65 Watt. Keduanya dihadirkan untuk segmen anak muda dan profesional.
Perwakilan Infinix Indonesia juga mengatakan sebelum pihaknya meluncurkan produk dengan harga rata-rata Rp7 hingga Rp11 jutaan, Infinix selalu bertanya kepada konsumen soal apa yang dibutuhkan.
"Sebelum meluncurkan sebuah produk, kami selalu bertanya kepada konsumen kami mengenai apa yang mereka butuhkan," ujar perwakilan Infinix.