Fakta Boeing C-17 Pecah Rekor Angkut 823 Pengungsi Afganistan
CNN Indonesia
Senin, 30 Agu 2021 15:40 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ilustrasi. Pesawat Boeing C-17 memecahkan rekor dengan mengangkut 832 pengungsi Afganistan, hampir tiga kali lebih banyak dari kapasitas penumpang dengan tempat duduk. (Dok. US Air Force)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pesawat Airforce Boeing C-17 Globemaster III, pecahkan rekor dengan mengangkut 823 orang pengungsi Afghanistan, pada 15 Agustus lalu. Pesawat raksasa tersebut lepas landas dari bandara internasional Hamid Karzai, Kabul dengan penumpang yang menyesaki isi pesawat karena situasi bandara yang kian memburuk.
Sebuah foto penerbangan yang menampilkan misi pengangkutan udara Militer Amerika Serikat (USAF) dari Afghanistan, telah menjadi viral di seluruh dunia.
Pecah rekor penumpang terbanyak
Menurut Komando Mobilitas Udara, hitungan awal penumpang hanya berjumlah 643 orang dewasa yang duduk di kursi bus setelah C-17 mendarat di Al Udeid, Qatar. Itu tidak termasuk 183 anak yang duduk di pangkuan orang dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerbangan dari bandara internasional Hamid Karzai dengan mengangkut 823 orang memecahkan rekor C-17 sebelumnya, yang ditetapkan pada November 2012 ketika Topan Super Haiyan melanda Filipina. Pesawat tersebut mengangkut 670 penduduk Tacloban, Filipina, untuk dievakuasi ke Manila.
C-17 biasanya terbang dengan maksimum sekitar 300 orang ketika dilengkapi dengan muatan penumpang besar menggunakan palet dengan kursi.
Boeing C-17 Globemaster III merupakan sebuah pesawat angkut militer Amerika Serikat yang diproduksi oleh Boeing Integrated Defense Systems dan dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat, Angkatan Udara Britania Raya dan Angkatan Udara Australia.
C-17 ini mengadopsi bentuk penamaan yang sama dari pesawat angkut pendahulunya yakni C-74 Globemaster dan C-124 Globemaster II.
Pesawat kargo, bisa dipakai di landasan kecil dan pendek
Pesawat yang telah mengirimkan kargo di setiap operasi di seluruh dunia sejak tahun 1990-an ini didesain sedemikian rupa untuk mampu beroperasi melalui lapangan udara yang kecil dan medan yang sulit. C-17 dapat lepas landas dan mendarat di landasan pacu sependek satu kilometer.
Dipakai Eropa hingga Arab
Melansir AirforceMag, saat ini, C-17 telah beroperasi di seluruh dunia. Pelanggan terbesar pesawat ini adalah Angkatan Udara Amerika Serikat yang memiliki 223 unit. Di luar negara itu, Inggris, Australia, Kanada, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, India dan 12 negara Strategic Airlift Capability semuanya mengoperasikan C-17 Globemaster III.
Berdasarkan informasi pada laman resmi Boeing, pesawat yang terbang perdana pada 15 September 1991 itu berukuran panjang 53 meter dengan lebar sayap 51,75 meter.
Pesawat ini didukung oleh empat mesin F117-PW-100 bersertifikat Federal Aviation Administration yang sepenuhnya dapat dibalik (sebutan militer untuk Pratt & Whitney PW2040 komersial), yang saat ini digunakan pada Boeing 757. Setiap mesin memiliki daya dorong 40.440 pon.
Kapasitas muatan maksimum C-17 adalah 77.519 kilogram, dan berat lepas landas kotor maksimumnya adalah 265.352 kilogram. Pesawat ini mampu mengudara dengan ketinggian jelajah awal 8.534 meter dan kecepatan jelajahnya sekitar 450 knot.
Pesawat ini dioperasikan oleh tiga awak, pilot, kopilot dan loadmaster. C-17 memiliki kargo besar yang berada di bagian belakang yang mampu menampung kendaraan militer.
Kargo yang berukuran 26,82 meter x 5,48 meter x 3,76 meter itu mampu membawa sampai 18 "cargo pallets", 144 prajurit, 102 prajurit parasut.
Dengan kapasitas tersebut, C-17 mampu mengangkut hampir semua peralatan "mobile" tentara US termasuk tank perang utama M1 Abrams, M2/M3 Bradley, sampai 4 helikopter transport UH-60 Blackhawk atau sampai 2 helikopter serang AH-64 Apache.
Pesawat Airforce Boeing C-17 Globemaster III, pecahkan rekor dengan mengangkut 823 orang pengungsi Afghanistan, pada 15 Agustus lalu. Pesawat raksasa tersebut lepas landas dari bandara internasional Hamid Karzai, Kabul dengan penumpang yang menyesaki isi pesawat karena situasi bandara yang kian memburuk.
Sebuah foto penerbangan yang menampilkan misi pengangkutan udara Militer Amerika Serikat (USAF) dari Afghanistan, telah menjadi viral di seluruh dunia.
Pecah rekor penumpang terbanyak
Menurut Komando Mobilitas Udara, hitungan awal penumpang hanya berjumlah 643 orang dewasa yang duduk di kursi bus setelah C-17 mendarat di Al Udeid, Qatar. Itu tidak termasuk 183 anak yang duduk di pangkuan orang dewasa.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penerbangan dari bandara internasional Hamid Karzai dengan mengangkut 823 orang memecahkan rekor C-17 sebelumnya, yang ditetapkan pada November 2012 ketika Topan Super Haiyan melanda Filipina. Pesawat tersebut mengangkut 670 penduduk Tacloban, Filipina, untuk dievakuasi ke Manila.
C-17 biasanya terbang dengan maksimum sekitar 300 orang ketika dilengkapi dengan muatan penumpang besar menggunakan palet dengan kursi.
Boeing C-17 Globemaster III merupakan sebuah pesawat angkut militer Amerika Serikat yang diproduksi oleh Boeing Integrated Defense Systems dan dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerika Serikat, Angkatan Udara Britania Raya dan Angkatan Udara Australia.
C-17 ini mengadopsi bentuk penamaan yang sama dari pesawat angkut pendahulunya yakni C-74 Globemaster dan C-124 Globemaster II.
Pesawat kargo, bisa dipakai di landasan kecil dan pendek
Pesawat yang telah mengirimkan kargo di setiap operasi di seluruh dunia sejak tahun 1990-an ini didesain sedemikian rupa untuk mampu beroperasi melalui lapangan udara yang kecil dan medan yang sulit. C-17 dapat lepas landas dan mendarat di landasan pacu sependek satu kilometer.
Dipakai Eropa hingga Arab
Melansir AirforceMag, saat ini, C-17 telah beroperasi di seluruh dunia. Pelanggan terbesar pesawat ini adalah Angkatan Udara Amerika Serikat yang memiliki 223 unit. Di luar negara itu, Inggris, Australia, Kanada, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, India dan 12 negara Strategic Airlift Capability semuanya mengoperasikan C-17 Globemaster III.
Spesifikasi Pesawat
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra)
Berdasarkan informasi pada laman resmi Boeing, pesawat yang terbang perdana pada 15 September 1991 itu berukuran panjang 53 meter dengan lebar sayap 51,75 meter.
Pesawat ini didukung oleh empat mesin F117-PW-100 bersertifikat Federal Aviation Administration yang sepenuhnya dapat dibalik (sebutan militer untuk Pratt & Whitney PW2040 komersial), yang saat ini digunakan pada Boeing 757. Setiap mesin memiliki daya dorong 40.440 pon.
Kapasitas muatan maksimum C-17 adalah 77.519 kilogram, dan berat lepas landas kotor maksimumnya adalah 265.352 kilogram. Pesawat ini mampu mengudara dengan ketinggian jelajah awal 8.534 meter dan kecepatan jelajahnya sekitar 450 knot.
Pesawat ini dioperasikan oleh tiga awak, pilot, kopilot dan loadmaster. C-17 memiliki kargo besar yang berada di bagian belakang yang mampu menampung kendaraan militer.
Kargo yang berukuran 26,82 meter x 5,48 meter x 3,76 meter itu mampu membawa sampai 18 "cargo pallets", 144 prajurit, 102 prajurit parasut.
Dengan kapasitas tersebut, C-17 mampu mengangkut hampir semua peralatan "mobile" tentara US termasuk tank perang utama M1 Abrams, M2/M3 Bradley, sampai 4 helikopter transport UH-60 Blackhawk atau sampai 2 helikopter serang AH-64 Apache.