Jeff Bezos Guyur Jutaan Dolar Riset Perpanjang Umur Manusia

ayp, CNN Indonesia | Kamis, 09/09/2021 13:08 WIB
Jeff bezos disebut ingin hidup selamanya, berikut fakta dibalik modal jutaan dolar yang ditanam buat meneliti cara memperpanjang umur manusia. Miliarder Jeff Bezos menanamkan modal jutaan dolar di perusahaan rintisan (startup), Altos Labs, buat meneliti cara membalikkan proses penuaan sel dan memperpanjang umur manusia. (REUTERS/Rex Curry)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pendiri Amazon, Jeff Bezos,  disebut ingin hidup selamanya dengan menanamkan modal jutaan dolar di perusahaan rintisan (startup), Altos Labs.

Namun, faktanya dana jutaan dolar itu digunakan buat meneliti cara membalikkan proses penuaan sel dan memperpanjang umur manusia.

Menurut laporan Euronews, Kamis (9/9), Bezos dilaporkan menggelontorkan jutaan dolar buat proyek penelitian itu. Dia bahkan menawarkan peneliti dari sejumlah kampus dengan gaji hingga US$1 juta (Rp14.2 miliar) buat melakukan penelitian itu dalam kurun waktu satu tahun atau lebih.


Lelaki berusia 57 tahun itu juga dilaporkan membebaskan para peneliti buat melakukan riset tanpa batas terkait usia sel manusia dan cara buat membalikkan proses penuaan sel itu.

Di sisi lain, ternyata jutawan asal Rusia, Yuri Milner (59), juga menanamkan modal dalam penelitian itu. Akan tetapi tidak ada laporan rinci mengenai jumlah modal yang ditanamkan oleh Milner.

Di sisi lain, latar belakang tetang Altos Labs juga masih sumir. Startup itu dilaporkan memang melakukan riset buat mengembangkan teknologi buat memprogram ulang sel secara biologis buat memperpanjang umur manusia.

Perusahaan itu dilaporkan didirikan di Amerika Serikat dan Inggris pada tahun ini setelah penyelenggaraan konferensi bioteknologi di Los Altos Hills.

Dalam laporan MIT Tech Reviews yang dikutip Euronews, dari dokumen saham diketahui perusahaan itu didaftarkan di California pada Juni lalu dengan modal sebesar US$270 juta (sekitar Rp3.8 triliun).

Altos Labs juga dilaporkan berencana membangun fasilitas di San Diego (AS), Cambridge (Inggris) dan Jepang.

Ada dua ilmuwan ternama asal Spanyol yang dilaporkan bakal bergabung dengan perusahaan itu. Pertama adalah pakar biologi, Juan Carlos Izpisua Belmonte. Dia dikenal karena penelitian mencampurkan embrio manusia dan primata.

Kemudian peneliti di Institut Penelitian Biomedis Barcelona, Manuel Serrano, juga  akan bergabung dengan perusahaan itu dan bakal ditempatkan di Cambridge. Menurut laporan gaji Serrano bakal naik sepuluh kali lipat saat bergabung dengan perusahaan itu.

"Filosofi Altos Labs adalah melakukan riset yang didasarkan oleh rasa keingintahuan. Ini adalah hal yang saya pahami dan sangat cintai," kata Serrano.

Selain itu, pakar biologi University of California, Los Angeles (UCLA), Prof. Steve Horvath, juga dilaporkan bakal bergabung dengan Altos Labs. Penelitiannya yang terkenal membahas soal jam biologis yang disebut bisa memperkirakan masa penuaan manusia, seperti dilansir Sky News Australia.

Peneliti pemenang Hadiah Nobel 2012, Shinya Yamanaka, dilaporkan juga akan menjadi Ketua Dewan Pembina Altos Labs sekaligus peneliti senior.

Ide penelitian soal penuaan sel dan memperpanjang umur manusia sudah pernah dilakukan oleh salah satu pendiri Google, Larry Page, pada 2013 lalu melalui perusahaan yang dia dirikan, Calico Labs.

(ayp/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK