Banding Ditolak, Bezos Tetap Gagal Rebut Kontrak NASA

AP News, CNN Indonesia | Sabtu, 31/07/2021 12:22 WIB
Pemerintah AS menolak banding yang diajukan perusahaan Jeff Bezos, sehingga kontrak misi astronot ke bulan akan tetap jatuh ke tangan SpaceX. Banding yang diajukan Jeff Bezos atas kontrak misi pendaratan ke bulan ditolak pemerintah AS. (REUTERS/Joshua Roberts)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah federal menolak banding Jeff Bezos untuk mengikutsertakan armada luar angkasanya, Blue Origin, dalam rencana pengiriman astronot NASA ke bulan. NASA memutuskan untuk tetap menggunakan SpaceX dari Elon Musk.

"NASA dan SpaceX akan membuat rencana pendaratan pertama di bulan dalam dari 50 tahun," ujar NASA dalam keterangan resmi dilansir dari Associated Press pada Jumat (30/7).

Sebelumnya pada April lalu, NASA menganugerahkan kontrak sebesar US$2,9 miliar ke SpaceX untuk membangun pesawat luar angkasa dalam misi pendaratan di bulan. Harga yang ditawarkan SpaceX lebih murah dari dua perusahaan antariksa saingannya, Blue Origin milik Jeff Bezos dan kontraktor pertahanan Dynetics.


Kedua perusahaan itu akhirnya mengajukan banding atas kontrak tersebut ke Kantor Akuntabilitas Pemerintah AS (GAO), dengan alasan seharusnya terdapat lebih dari satu kontrak dan bahwa proposal mereka tidak dievaluasi dengan benar. Namun pihak GAO menolak permintaan mereka.

Dalam putusan Jumat (30/7), NASA dinyatakan tidak memiliki cukup uang untuk multi-kontrak, meski NASA awalnya membuka peluang tersebut.

Pengacara GAO Kenneth Patton mengatakan bahwa evaluasi NASA terhadap ketiga tawaran itu "masuk akal, dan konsisten dengan peraturan hukum pengadaan yang berlaku dan ketentuan pengumuman."

GAO juga mengumumkan bahwa tawaran SpaceX meraih peringkat tertinggi.

Blue Origin masih berharap NASA berubah pikiran. 

"Kami berdiri teguh dalam keyakinan kami bahwa ada masalah mendasar dengan keputusan NASA, tetapi GAO tidak dapat mengatasinya karena yurisdiksi mereka yang terbatas. Kami terus mengadvokasi dua penyedia langsung karena kami yakin ini adalah solusi yang tepat," ujar juru bicara Linda Mills.

Seperti diketahui, misi pendaratan ke bulan adalah menjadi misi pemerintahan Presiden Joe Biden. Misi bernama Program Artemis ini melibatkan roket besar keluaran terbaru yang akan meluncurkan empat astronot di atas kapsul ruang angkasa Orion ke orbit bulan.

Pesawat itu akan membawa dua astronot ke permukaan bulan, di mana mereka akan menjelajah selama sekitar satu minggu, terhubung kembali dengan Orion di orbit bulan dan kembali ke Bumi.

Pendarat itu menggunakan pesawat buatan SpaceX, yang disebut Starship. Pesawat itu mencakup kabin yang luas dan sepenuhnya dapat digunakan kembali untuk perjalanan ke bulan, Mars, dan tempat-tempat lain.

Selanjutnya NASA mengatakan bahwa uji terbang tanpa awak dijadwalkan akan berjalan tahun ini. Sedangkan uji coba terbang ke bulan menggunakan oleh astronot tanpa melakukan pendaratan direncanakan terlaksana pada 2023 mendatang.

(nly/vws)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK