Ahli Bicara Sebab WTC 7 Runtuh Sendiri 7 Jam Usai Teror 9/11

CNN Indonesia
Selasa, 14 Sep 2021 15:00 WIB
Pakar kimia Norwegia, Christian Simensen, membeberkan teori baru tentang runtuhnya gedung WTC pada peristiwa 11 September 2001. Lokasi Menara WTC di New York, AS, yang menjadi target serangan teroris pada 11 September 2001. (AFP/-)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pakar kimia asal Norwegia, Christian Simensen, membeberkan sebuah teori baru tentang runtuhnya gedung World Trade Center (WTC) 1 dan 2 serta keanehan gedung WTC 7 yang runtuh sendiri 7 jam usai serangan teror 11 September 2001 silam.

"Dalam hal ini, struktur baja mungkin sudah mencapai suhu lebih dari 1000 derajat celcius, lebih dari tujuh jam dan lantai 13 runtuh dalam satu menit. Dalam hal ini saya setuju dengan temuan komisi federal. Balok baja yang terlalu panas mungkin menjadi penyebab runtuhnya," kata ilmuwan yang fokus dalam penelitian Materi dan Kimia dari SINTEF Norwegia itu.

Sementara gedung WTC 7 runtuh dengan sendirinya tujuh jam setelah keruntuhan menara kembar. Hal ini lantas memancing spekulasi para ahli teori konspirasi yang menyebut gedung-gedung WTC sudah terlebih dulu dipasangi peledak, sehingga ketiga menara itu bisa langsung diratakan dengan mekanisme penghancuran terkendali.


Gedung WTC 7 adalah gedung yang lebih pendek yang ada di dekat menara kembar, dan digunakan sebagai kantor kantor Badan Intelejen Amerika Serikat (CIA) dan Dinas Pasukan Pengamanan Presiden dan Wakil Presiden AS, Secret Service.

Kelompok yang percaya dengan teori konspirasi itu mengklaim bangunan itu memang sengaja dihancurkan untuk menghilangkan bukti keterlibatan pemerintah AS dalam serangan teroris, seperti dilansir dari Popular Mechanics.

Terkait runtuhnya menara kembar WTC 1 dan WTC 2, Simensen melontarkan teori yakni campuran air dari sistem pemadam kebakaran (sprinkler) yang terpasang dalam gedung dan aluminium cair dari lambung pesawat yang meleleh akibat ledakan setelah menabrak gedung itu menciptakan reaksi kimia berupa ledakan yang merusak baja yang menjadi rangka utama gedung.

Menurut Simensen, aluminium dari badan pesawat yang meleleh dan bersuhu tinggi memicu ledakan dengan semburan air dari sistem pemadam kebakaran.

(mrh/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER