LAPAN Sebut Banjir Utara Sulawesi Efek Badai Chantu dan Front

CNN Indonesia | Rabu, 15/09/2021 22:09 WIB
Banjir wilayah utara Sulawesi sejak 11 September lalu disebabkan oleh efek front dan Badai Chanthu. Banjir wilayah utara Sulawesi sejak 11 September lalu disebabkan oleh efek front dan Badai Chanthu. (Istockphoto/FeelPic)
Jakarta, CNN Indonesia --

Banjir yang terjadi di sejumlah wilayah Sulawesi bagian utara seperti Luwu dan Bolaang Mongondow sejak 11 September lalu disebabkan oleh efek front dan Badai Chanthu.

Menurut Pusat Riset Sains dan Teknologi Atmosfer (PRSTA) dalam keterangan resmi, wilayah Sulawesi mengalami peningkatan intensitas hujan sejak 5 September. Peningkatan ini merupakan efek dari pemanasan suhu permukaan laut di wilayah tersebut.

Suhu permukaan laut yang menghangat berinteraksi dengan angin monsun dari tenggara, sehingga menghasilkan front hangat yang berperan dalam membentuk dan mengonsentrasikan awan-awan konvektif di Sulawesi, khususnya Sulawesi bagian utara.


Front merupakan istilah yang menunjukkan pertemuan dua massa udara yang berbeda.

Penyebab lainnya adalah pembentukan dua Badai Tropis Concon dan Chanthu di sekitar wilayah Filipina, yang berperan dalam memperkuat sirkulasi angin tenggara yang melintas di atas Sulawesi.

Kelembapan yang dihasilkan dari menghangatnya suhu permukaan laut dan meningkatnya kekuatan angin menjadi faktor penyebab hujan turun secara terus menerus sejak 8-11 September sehingga banjir meluas di Sulawesi bagian utara.

Banjir di wilayah Sulawesi utara ini menyebabkan 982 warga terdampak dan merendam lebih dari 800 hektare area persawahan dan tambak. Potensi hujan terus menerus di wilayah Sulawesi selama September telah diprediksi sebelumnya oleh KAMAJAYA-PRSTA.

Divisi Penelitian dan Pengembangan PRSTA membuat sebuah alat bernama SADEWA. SADEWA merupakan aplikasi sistem peringatan dini atmosfer ekstrem berbasis satelit dan model atmosfer yang dikembangkan untuk mendukung riset atmosfer maupun aplikasinya untuk digunakan oleh badan terkait.

Berdasarkan prediksi SADEWA, hujan di Sulawesi bagian utara dari wilayah Palu hingga Manado akan terjadi secara terus menerus pada 15 September. Hal ini dikarenakan anomali penguatan angin baratan dari Kalimantan Timur yang bisa menghasilkan badai atau cuaca ekstrem.

Masyarakat di wilayah tersebut diharapkan waspada terhadap adanya potensi banjir dan longsor pada 2 hingga 3 hari mendatang.

(lnn/ayp)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK