Fakta Aneh Burung Mati Massal, Jatuh di Langit Bali-Cirebon

CNN Indonesia
Rabu, 15 Sep 2021 12:45 WIB
Fakta Aneh Burung Mati Massal, Jatuh di Langit Bali-Cirebon
Ilustrasi. Terdapat sejumlah keanehan pada fenomena burung mati massal yang berjatuhan di langit Bali dan Cirebon beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah fakta di balik fenomena ratusan burung pipit jatuh dan mati mendadak terjadi di Gianyar dan Cirebin baru-baru ini.

Pada 9 September, ribuan burung pipit berjatuhan dari langit, tepatnya di kuburan Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar.

Peristiwa yang sama kembali terjadi di lingkungan Balai Kota Cirebon, Jawa Barat, Selasa (14/9).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kedua fenomena ini viral di media sosial dan memicu penelitian lebih lanjut. Salah satu dugaan sementara jatuhnya ribuan burung pipit di Bali disebabkan oleh pengaruh perubahan iklim.

Berikut sejumlah fakta aneh mengenai kejadian tersebut.

Burung dalam kondisi basah

Foto-foto dan rekaman video burung-burung yang tergeletak sekitar pohon di Balai Kota Cirebon viral di media sosial media sosial setelah diunggah akun @infocrbcom pada Selasa pagi.

Dalam unggahannya, terlihat video yang menunjukkan ratusan bangkai burung memenuhi area parkir Balai Kota Cirebon.

Burung yang berjatuhan di di kuburan Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Kabupaten Gianyar,Bali, pun ditemukan dalam kondisi basah.

Menurut Sutika, yang mengunggah video burung-burung yang berjatuhan ke tanah di Bali, jumlah burung yang berjatuhan itu sekitar seribu ekor.

Burung-burung yang berjatuhan berada di bawah pohon asem di kuburan Banjar Sema. Awalnya burung-burung tersebut tidur di atas pohon.

"Awalnya sering tidur burung di pohon asem itu. Banyak ada burung di sana, tapi baru lima hari burung di sana, dulu tidak ada. Dua ada pohon asem di sana. Asem kembar rasanya itu," tuturnya seperti dikutip Detikcom. 

Tak semua mati, sebagian masih hidup

Dalam rekaman video yang viral terlihat ada beberapa burung yang masih bergerak dan dalam kondisi basah tak bisa terbang.

"Enggak mati semua, ada yang masih hidup," kata Ojo salah satu pegawai Balai Kota Cirebon, Selasa (14/9).

Burung Berjatuhan Setelah Hujan, Penyebab Misterius

Ilustrasi. Terdapat sejumlah keanehan pada fenomena burung mati massal yang berjatuhan di langit Bali dan Cirebon beberapa waktu lalu. (CNN Indonesia/Hesti Rika)

Mati Setelah Hujan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Kadini membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, burung-burung itu mati setelah hujan deras mengguyur pada malam sebelumnya.

"Iya benar (ada ratusan burung mati di kawasan Balai Kota Cirebon) setelah semalam diguyur hujan deras," kata Kadini saat dihubungi, Selasa (14/9).

dengan narasi kondisi itu terjadi ketika cuaca sekitar sudah hujan. Dari rekaman yang viral itu terlihat memang area sekitar basah karena hujan.

Akun @infocrbcom, yang pertama kali mengunggah video ratusan burung mati itu menyebutkan bahwa ratusan burung itu mati setelah hujan yang mengguyur kawasan tersebut sejak senin malam.

"Cuaca sedang hujan, di Balai Kota Cirebon burung berjatuhan dan banyak yang mati," demikian keterangan dari akun tersebut.

Sebab masih misterius

Hingga saat ini masih belum ada penjelasan yang pasti mengenai fenomena tersebut. Berbagai penjelasan masih bedasarkan dugaan semata.

Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali menduga fenomena tersebut dipengaruhi hujan asam.

Sementara Kepala Bidang Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (DKIS) Kota Cirebon Arif Rahman menduga hal ini terjadi akibat faktor cuaca buruk.

"Sedang diperiksa lebih lanjut," ujarnya.

DKPPP Kota Cirebon langsung berkoordinasi dengan tim dari UPTD Balai Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (BKHKMV) di bawah Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Jawa Barat.



Senada, untuk kasus kematian massal burung pipit di Bali, Ahli ornitologi dari FMIPA BIologi Universitas Udayana, Luh Putu Eswaryanti Kusuma Yuni, mengatakan bahwa dirinya juga belum mengetahui persis apa penyebab kematian dari burung pipit itu.

"Terkait kematian massal burung dì Gianyar, saya tidak tau penyebab pastinya karena tidak berkesempatan untuk melihat langsung ke lokasi," katanya kepada CNNIndonesia.com, Rabu (15/9).

Saat ini dirinya masih menunggu hasil kajian dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bali.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cirebon Kadini pun mengatakan bahwa pihaknya akan meneliti lebih lanjut penyebab ratusan burung pipit itu mati mendadak. Pemkot Cirebon baru akan mengambil tindak lanjut setelah hasil penelitian keluar.

"Kami sedang meneliti (penyebab kematian burung-burung itu), setelah itu baru kami akan menindaklanjuti," ujarnya

LIHAT SELENGKAPNYA