Waspada King Kobra Bertelur di Rumah-Sekolah saat Musim Hujan
Dalam sebuah jurnal yang dirilis Proteome pada 2015 lalu mengatakan, satu gigitan king cobra dapat memblokir transmisi neuromuscular yang menyebabkan kelumpuhan secara mendadak. Penanganan yang terlambat bisa mengakibatkan kegagalan pernapasan yang berujung kematian.
Berdasarkan daftar merah IUCN, ular ini terus mengalami pengurangan populasi dan masuk sebagai hewan dengan kategori rentan. Artinya, king cobra saat ini memiliki kemungkinan terancam punah kecuali keadaan yang mengancam kelangsungan hidup dan reproduksinya meningkat.
Ular berbisa ini dapat ditemukan di sebagian wilayah Asia Selatan seperti Bangladesh, Bhutan, India, hingga wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Thailand.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tips agar kobra tak masuk rumah
Sehingga, Amir menghimbau agar kondisi rumah selalu bersih dan jangan dibiarkan gelap saat musim hujan. Warga diminta untuk tidak membiarkan tumpukan barang atau sampah yang akan memberikan tempat lembab bagi ular kobra.
Jika rumah warga berada di dekat sawah, Amir meminta dibuatkan pagar sebagai pengaman.
"Karena kalau dekat sawah dan yang lembab, itu habitat ular kobra," pungkas Amir.
Pertama, Amir meminta warga tidak membiarkan ada tumpukan barang seperti kardus, kain, daun atau apapun yang membuat kondisi lembab di sudut-sudut rumah.
Kedua, Amir meminta agar rumah setiap hari disapu dan dipel dengan pewangi dan diberikan kapur barus di beberapa sudut rumah.
"Wangi pembersih lantai tidak disukai ular, usahakan rumah tetap kering, bersih, dan tidak lembab," kata Amir.
Ketiga, Amir juga meminta agar rumah terbebas dari tikus. Tikus merupakan hewan yang disukai ular sebagai santapan. Fungsi ular sendiri, imbuh Amir, adalah untuk mengendalikan populasi tikus.
"Ular juga suka bau pipis tikus, jadi kalau ada bau pipis tikus di rumah ular bisa datang," kata Amir.
Keempat, Amir juga mengimbau agar tak ada tumpukan sampah di dalam rumah. Sampah harian lebih baik dikumpulkan dan ditempatkan di lokasi khusus yang berada di luar rumah.
Kelima, Amir juga meminta kepada warga yang memiliki rumah dekat dengan sawah atau kebun untuk lebih ekstra hati-hati dengan membangun pagar khusus sebagai pengaman. Amir juga mengimbau agar saluran air di rumah dipasang saringan.
Lebih lanjut, Amir juga meminta agar warga berhati-hati ketika ular sudah ada di dalam rumah. Warga lebih baik menjaga jarak dan memanggil tenaga profesional atau keamanan untuk mengusir ular dari rumah.
(can/eks)[Gambas:Video CNN]
Peneliti memperingatkan ular King Kobra kerap muncul dan bersarang di sekitar rumah saat musim hujan.
Ahli Hepertologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Amir Hamidy mengatakan sekali bertelur, rata-rata kobra bisa menetaskan 20 ekor ular. Biasanya ular kobra meletakkan telur-telurnya di lubang atau tempat lembab yang tersembunyi dari jangkauan manusia.
"Sukanya ular kobra di sarang yang basah atau lembab. Jadi dia lebih hangat. Biasanya di bawah sampah. Tiga bulan biasanya sudah menetas," kata Amir kepada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, diberitakan sarang ular king kobra berisi 20 butir telur yang siap menetas ditemukan di sebuah sekolah di Banyuwangi, Jawa Timur.
Di samping itu Ketua Yayasan Sioux Ular Indonesia Aji Rachmat mengatakan induk kobra menaruh telur di sekitar hunian manusia sekitar Agustus hingga September setelah musim kawin.
"Ular adalah satwa liar yang habitatnya dekat dengan manusia. Mereka mendapatkan makanan di sekitar tinggal kita. Induk ular secara insting akan menaruh telurnya di lokasi yang banyak makanan ular untuk mencukupi kebutuhan anak anaknya nanti," kata Aji
Aji menjelaskan ular adalah satwa yang mampu beradaptasi cepat dengan lingkungan baru, termasuk pembangunan kawasan yang awalnya adalah habitat mereka. Meskipun tergusur, ular dinilai dapat bertahan hidup di sela sela pondasi dan rumah warga.
Sifat ular yang soliter alias hidup sendiri dan bukan berkelompok merupakan tantangan mengetahui keberadaan ulat saat ini. Namun demikian, kata dia, jika ada temuan satu ekor ular, tidak berarti ada kawanannya di sekitar mereka. Ular sangat pintar bersembunyi.
"Ular juga tidak membuat sarang. Sarang adalah tempat tinggal satwa, jika keluar cari makan dia akan balik lagi ke tempat yang sama," tutur Aji.
Kobra bisa matikan orang dewasa hitungan menit
Ophiophagus hannah atau King Kobra merupakan salah satu ular yang mematikan. Bisa ular ini bersifat sitotoksin dan neurotoksin. Bisa bersifat sitotoksin artinya kandungan racunnya bisa menghancurkan sel tubuh. Sementara bisa racun neurotoksin berarti racunnya bisa merusak sistem syaraf.
Kandungan bisa ular King Kobra bisa mematikan orang dewasa dalam 30 menit atau gajah dewasa dalam hitungan jam.
Namun kandungan bisanya bukan yang paling kuat. Ular dengan bisa paling kuat adalah taipan pedalaman (Inland taipan/ Oxyuranus microlepidotus) asal Australia.
Menurut Animal Corner, satu gigitan berbisa King Kobra memiliki kandungan 7 mililiter neurotoksin. Kandungan racun ini mampu membunuh 20 orang atau seekor gajah dalam sekali caplokan.
Bahaya Kobra dan Cara Cegah Masuk Rumah
Peneliti mengimbau agar warga waspada dengan ular king kobra yang biasa mencari tempat bertelur di rumah atau sekolah saat musim hujan Agustus-September. (TONY KARUMBA / AFP)
Dalam sebuah jurnal yang dirilis Proteome pada 2015 lalu mengatakan, satu gigitan king cobra dapat memblokir transmisi neuromuscular yang menyebabkan kelumpuhan secara mendadak. Penanganan yang terlambat bisa mengakibatkan kegagalan pernapasan yang berujung kematian.
Berdasarkan daftar merah IUCN, ular ini terus mengalami pengurangan populasi dan masuk sebagai hewan dengan kategori rentan. Artinya, king cobra saat ini memiliki kemungkinan terancam punah kecuali keadaan yang mengancam kelangsungan hidup dan reproduksinya meningkat.
Ular berbisa ini dapat ditemukan di sebagian wilayah Asia Selatan seperti Bangladesh, Bhutan, India, hingga wilayah Asia Tenggara seperti Indonesia, Filipina, Malaysia, dan Thailand.
Tips agar kobra tak masuk rumah
Sehingga, Amir menghimbau agar kondisi rumah selalu bersih dan jangan dibiarkan gelap saat musim hujan. Warga diminta untuk tidak membiarkan tumpukan barang atau sampah yang akan memberikan tempat lembab bagi ular kobra.
Jika rumah warga berada di dekat sawah, Amir meminta dibuatkan pagar sebagai pengaman.
"Karena kalau dekat sawah dan yang lembab, itu habitat ular kobra," pungkas Amir.
Pertama, Amir meminta warga tidak membiarkan ada tumpukan barang seperti kardus, kain, daun atau apapun yang membuat kondisi lembab di sudut-sudut rumah.
Kedua, Amir meminta agar rumah setiap hari disapu dan dipel dengan pewangi dan diberikan kapur barus di beberapa sudut rumah.
"Wangi pembersih lantai tidak disukai ular, usahakan rumah tetap kering, bersih, dan tidak lembab," kata Amir.
Ketiga, Amir juga meminta agar rumah terbebas dari tikus. Tikus merupakan hewan yang disukai ular sebagai santapan. Fungsi ular sendiri, imbuh Amir, adalah untuk mengendalikan populasi tikus.
"Ular juga suka bau pipis tikus, jadi kalau ada bau pipis tikus di rumah ular bisa datang," kata Amir.
Keempat, Amir juga mengimbau agar tak ada tumpukan sampah di dalam rumah. Sampah harian lebih baik dikumpulkan dan ditempatkan di lokasi khusus yang berada di luar rumah.
Kelima, Amir juga meminta kepada warga yang memiliki rumah dekat dengan sawah atau kebun untuk lebih ekstra hati-hati dengan membangun pagar khusus sebagai pengaman. Amir juga mengimbau agar saluran air di rumah dipasang saringan.
Lebih lanjut, Amir juga meminta agar warga berhati-hati ketika ular sudah ada di dalam rumah. Warga lebih baik menjaga jarak dan memanggil tenaga profesional atau keamanan untuk mengusir ular dari rumah.
