Lalat Lentera Tutul Menebar Ancaman di New York

CNN Indonesia | Jumat, 17/09/2021 12:29 WIB
Departemen Taman dan Rekreasi New York meminta masyarakat yang menemukan atau melihat lalat lentera tutul untuk segera membunuhnya. Ilustrasi lalat lycorma delicatula. (Foto: iStockphoto/arlutz73)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena lalat lentera tutul menyerang tanaman dan pepohonan kembali terjadi di Amerika Serikat (AS). Kali ini lalat dengan nama latin lycorma delicatula itu memasuki Kota New York, Amerika Serikat.

Departemen Taman dan Rekreasi New York meminta masyarakat yang menemukan atau melihat lalat tersebut untuk segera membunuhnya.

Lalat lentera tutul pertama kali terdeteksi di Pennsylvania pada 2014 dan sejak itu ke negara bagian AS. Spesies lalat dengan panjang sekitar 1 inci (2,54 sentimeter) itu disebut dari Asia. Lycorma delicatula memiliki ciri khas sayap depan berbintik.


Dilansir dari The New York Times, lalat lentera tutul pertama kali ditemukan di New York pada Juli 2020.

Lalat itu menebar ancaman terhadap berbagai jenis tanaman. Diberitakan jika lalat itu memakan getah lebih dari 70 spesies tanaman yang membuat tanaman tersebut mati. Serangga juga bisa membuat pepohonan menjadi tampak tidak segar.

Lalat jenis ini juga menjadi ancaman bagi tanaman pertanian, termasuk kenari, anggur, dan apel.

New NY1 memberitakan serangga itu mampu melompat dan terbang hanya dalam jarak pendek, tetapi mereka dapat bergerak dengan mudah dan bereproduksi secara cepat dan dengan jumlah banyak.

Seorang warga New York, Corinne Teklitz yang ditemui menjelaskan khawatir dengan penampakan lalat-lalat tersebut.

"Aku benci membunuh serangga, Itu bukan bagian dari karma yang saya inginkan untuk diri saya sendiri. Tapi, pada akhirnya, kehidupan tanaman kita jauh lebih penting daripada serangga kecil yang jahat ini," kata Teklitz.

Sementara pemerintah negara bagian Pennsylvania menganggap masalah ini serius dan akan menjatuhi sanksi pidana kepada siapa saja yang dengan sengaja memindahkan serangga tersebut, dari satu lokasi ke lokasi lokasi lain.

Pemerintah negara bagian New York pernah mengalami pengalaman buruk akibat serangga sekitar 15 tahun lalu. Saat itu kumbang bertanduk panjang Asia melakukan "serangan" dengan menghabiskan setengah dari pohon di New York.

Kumbang bertanduk panjang pertama kali terlihat di Brooklyn pada tahun 1996, kumbang itu tidak sepenuhnya diberantas dari kota sampai 23 tahun kemudian.

Para peneliti saat ini sedang mengerjakan metode inovatif untuk mengendalikan populasi lentera tutul secara permanen.

(mrh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK