Cara Mengenali Sarang Ular Kobra di Lingkungan Rumah
Amir memberikan kiat bagi masyarakat mencegah ular kobra menetaskan telur di area rumah mereka.
Masyarakat diminta untuk waspada karena pada September ini merupakan awal musim hujan. Ular kobra akan mencari tempat yang ideal untuk menetaskan telurnya pada musim hujan yang puncaknya biasanya terjadi antara Oktober hingga Desember.
"Pada musim-musim itu harus sering membersihkan rumah dan memberi wangi-wangian yang menyengat. Tidak usah menabur garam karena garam tidak efektif," kata Amir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sinar matahari masuk ke rumah, ventilasi bagus, sirkulasi ada sehingga tidak ada kelembapan," ujar Amir.
Amir juga menyarankan supaya penduduk tidak menumpuk barang-barang bekas sehingga tidak menciptakan lubang atau ruang yang dapat digunakan ular untuk bertelur.
Selanjutnya, Amir meminta agar masyarakat rutin membuang sampah setiap hari.
"Membuang sampah dengan disiplin, setiap hari sampah harus dibuang, jangan dibiarkan lama disimpan di dalam rumah karena itu akan mengundang tikus. Itu akhirnya men-trigger bahwa ular itu mencari mangsa karena dia mengikuti bau si tikus," ucap Amir.
Jika ternyata di rumah ditemukan sarang ular kobra, Amir meminta penduduk tidak panik dan tetap waspada.
Amir juga menyarankan masyarakat mengetahui letak rumah sakit terdekat yang menyediakan anti-bisa ular jika mereka digigit.
"Jadi kemungkinan terburuk nya jika ada orang tergigit ular dapat ditangani dengan baik," ucap Amir.
(mrh/ayp)Musim hujan merupakan periode tepat bagi ular kobra untuk menetaskan telurnya. Area yang gelap dan lembap sering kali dijadikan ular kobra buat bersarang dan berkembang biak.
Ular kobra juga gemar bersarang atau bertelur di area rumah lembap dan gelap.
Ahli Herpetologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Amir Hamidy, mengatakan terdapat beberapa faktor yang menyebabkan ular kobra bersarang dan bertelur di area rumah penduduk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lingkungan sekitar kita menyediakan ruang yang menguntungkan bagi si kobra ini. Misal, ketersediaan pakan, kobra ini kan mencari tikus, jadi semakin banyak tikus di rumah kita itu kemungkinan ular akan datang," kata Amir kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (17/9).
Selain itu, Amir juga ular kobra akan tertarik dengan kawasan yang gelap dan lembap di dalam rumah. Tempat yang kerap dipakai oleh ular bersarang dan bertelur yaitu lubang-lubang yang biasanya berada di antara pondasi dan tembok.
"Kobra itu meletakkan telur di lubang, semua telur ular tidak ada yang terekspos keluar. Jadi telur ular itu harus ada di dalam lubang yang gelap dan lembab. Kalau terlalu kering dia enggak menetas," imbuh Amir.
Lubang-lubang tersebut, kata Amir, mungkin juga tercipta dari tumpukan genting, bebatuan, kardus dan barang bekas lainnya. Kondisi area seperti itu sangat berpotensi dijadikan sarang oleh ular kobra karena menyediakan kelembapan yang ideal.
Amir menjelaskan faktor lain yang menyebabkan kobra menetaskan telur di area pemukiman adalah musim.
"Musim sangat berpengaruh. Kenapa? Karena dengan musim itu populasi bisa berubah. Jadi jika kita lihat menjelang musim hujan, itu adalah musim di mana telur-telur anakan kobra itu menetas," ujar Amir.
Menurut Amir dalam beberapa tahun terakhir, suhu yang panas dan lembap cukup dominan sehingga membuat mikro iklim untuk penetasan telur ular kobra menjadi ideal.
"Sehingga persentase penetasan secara umum itu meningkat. Kalau meningkat otomatis populasi anakan juga akan meningkat," ujar Amir.
Mencegah Ular Kobra Bersarang di Rumah
Penduduk mesti mewaspadai ular kobra yang kerap bersarang di rumah saat musim hujan dan lembap. (Ye Aung Thu / AFP)
Amir memberikan kiat bagi masyarakat mencegah ular kobra menetaskan telur di area rumah mereka.
Masyarakat diminta untuk waspada karena pada September ini merupakan awal musim hujan. Ular kobra akan mencari tempat yang ideal untuk menetaskan telurnya pada musim hujan yang puncaknya biasanya terjadi antara Oktober hingga Desember.
"Pada musim-musim itu harus sering membersihkan rumah dan memberi wangi-wangian yang menyengat. Tidak usah menabur garam karena garam tidak efektif," kata Amir.
"Sinar matahari masuk ke rumah, ventilasi bagus, sirkulasi ada sehingga tidak ada kelembapan," ujar Amir.
Amir juga menyarankan supaya penduduk tidak menumpuk barang-barang bekas sehingga tidak menciptakan lubang atau ruang yang dapat digunakan ular untuk bertelur.
Selanjutnya, Amir meminta agar masyarakat rutin membuang sampah setiap hari.
"Membuang sampah dengan disiplin, setiap hari sampah harus dibuang, jangan dibiarkan lama disimpan di dalam rumah karena itu akan mengundang tikus. Itu akhirnya men-trigger bahwa ular itu mencari mangsa karena dia mengikuti bau si tikus," ucap Amir.
Jika ternyata di rumah ditemukan sarang ular kobra, Amir meminta penduduk tidak panik dan tetap waspada.
Amir juga menyarankan masyarakat mengetahui letak rumah sakit terdekat yang menyediakan anti-bisa ular jika mereka digigit.
"Jadi kemungkinan terburuk nya jika ada orang tergigit ular dapat ditangani dengan baik," ucap Amir.


