BMKG Prediksi Puncak Musim Hujan Januari-Februari 2022

CNN Indonesia | Kamis, 23/09/2021 07:53 WIB
BMKG memperkirakan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Januari dan Februari 2022. BMKG memperkirakan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Januari dan Februari 2022. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan puncak musim hujan di sebagian besar wilayah Indonesia terjadi pada Januari dan Februari 2022.

Prakirawan BMKG, Marlin Denata, puncak musim hujan pada rentang waktu tersebut akan terjadi di sebanyak 71,3 persen wilayah Indonesia.

"Puncak musim hujan 2021 2022 di sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan terjadi pada Januari dan Februari 2022 yakni sebanyak 71,3 persen wilayah," kata Marlin lewat akun Youtube infoBMKG, Minggu (18/9).


Berdasarkan analisis curah hujan pada Dasarian I September 2021, dia menjelaskan, sebanyak 3,22 persen wilayah Indonesia sudah memasuki musim hujan saat ini.

Menurutnya, wilayah yang sudah memasuki musim hujan itu antara sebagian Sumatra Utara, sebagian Riau, sebagian besar Sumatra Barat, Kalimantan Selatan bagian selatan, dan Kalimantan Timur bagian selatan.

Marlin berkata, prakiraan musim hujan 2021-2022 menunjukkan 14,6 persen wilayah zona musim akan mengawali musim hujan lebih cepat yakni di September 2021 seperti di Sumatra Barat bagian tengah dan sebagian Kalimantan.

Kemudian, lanjutnya, sebanyak 39,1 persen wilayah zona musim akan memasuki awal musim hujan pada Oktober 2021 seperti di Sumatra Barat bagian selatan, sebagian besar Kalimantan, Sulawesi, Jawa, dan Bali,

"Sementara itu, sebanyak 28,7 persen wilayah lainnya pada November 2021 meliputi sebagian Lampung, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Sulawesi," sambungnya.

Meski sebagian besar wilayah Indonesia masih berada pada musim kemarau atau peralihan dari musim kemarau ke musim hujan, Marlin berkata, dinamika atmosfer harian menunjukkan kondisi yang labil.

Menurutnya, hal itu mengakibatkan potensi pertumbuhan awan hujan menjadi signifikan di beberapa wilayah Indonesia.

Marlin membeberkan, beberapa faktor yang menjadi penyebab curah hujan tinggi di wilayah Indonesia antara lain aktifnya madden julian oscillation (MJO), gelombang rossby equatorial, serta gelombang kelvin.

"MJO, gelombang rossby equatorial, dan gelombang kelvin adalah fenomena dinamika atmosfer yang mengindikasikan adanya pertumbuhan awan hujan dalam skala yang luas di sekitar wilayah aktif yang dilewatinya," kata Merlin.

"Fenomena MJO dan gelombang kelvin bergerak dari arah Samudera Hindia ke arah Samudera Pasifik melewati wilayah Indonesia dengan siklus bulanan pada MJO dan siklus mingguan pada gelombang kelvin. Sebaliknya, fenomena gelombang rossby equatorial bergerak dari arah Samudera Pasifik ke Samudera Hindia dengan melewati wilayah Indonesia yang mempunyai siklus mingguan," imbuhnya.

[Gambas:Video CNN]

(mts/ayp)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK