BMKG Sebut Gempa Australia Terkuat dalam 50 Tahun Terakhir

CNN Indonesia | Kamis, 23/09/2021 06:27 WIB
BMKG menyebut gempa magnitudo 6.0 yang mengguncang Melbourne merupakan gempa terkuat dalam 50 tahun terakhir di Australia. BMKG menyebut gempa magnitudo 6.0 yang mengguncang Melbourne merupakan gempa terkuat dalam 50 tahun terakhir di Australia.(AFP/William West)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut gempa bumi berkekuatan 6,0 magnitudo yang melanda wilayah dekat Melbourne, Australia, pada Rabu (22/9), merupakan gempa terkuat selama 50 tahun terakhir.

"Gempa ini adalah yang terbesar yang pernah terjadi di Victoria dalam kurun waktu 50 tahun terakhir," kata Kepala Mitigasi Gempa dan Tsunami BMKG, Daryono, kepada CNNIndonesia.com melalui keterangan tertulis, Rabu (22/9).

Gempa berkekuatan 5,9 terjadi pada pagi hari Rabu 22 September 2021 pukul 07.15 WIB dengan pusat gempa di dekat Mansfield di Victoria.


Gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake ini dilaporkan mengguncang wilayah yang sangat luas di bagian tenggara Benua Australia.

Daryono mengatakan episenter gempa ini terletak pada koordinat 146,35 Bujur Timur dan 37.49 Lintang Selatan tepatnya di darat sebelah selatan Kota Mansfield dengan kedalaman 10 kilometer.

Peta dampak guncangan gempa atau ShakeMap menunjukkan bahwa guncangan gempa mencapai Melbourne bagian timur bahkan hingga di Canberra. Gempa ini dilaporkan banyak menimbulkan kerusakan di Kota Woods Point termasuk di pinggiran kota Melbourne.

Menurut Daryono, berdasarkan hasil monitoring BMKG terdapat beberapa aktivitas gempa susulan atau aftershocks pasca terjadinya gempa utama atau mainshock.

Lebih lanjut, Daryono juga mengatakan bahwa aktivitas gempa kuat tersebut sangat menarik untuk dicermati karena Australia pada umumnya merupakan benua yang stabil.

Tetapi bagaimanapun lempeng benua dapat mengalami tekanan tektonik dari lempeng tektonik lainnya sehingga dapat mereaktivasi jalur sesar aktif.

"Gempa yang terjadi hari ini menjadi bukti bahwa di wilayah timur laut Melbourne ternyata terdapat jalur sesar aktif (active fault) yang harus diwaspadai, yaitu zona patahan dekat Cagar Alam Gunung Skene," tulis Daryono.

"Dugaan kuat bahwa akumulasi energi tektonik pemicu gempa ini berkaitan dengan dorongan Lempeng Pasifik yang menekan bagian Australia tenggara," imbuh Daryono.

Sebelumnya, gempa bumi melanda wilayah dekat Melbourne, Australia, pada Rabu (22/9), memicu kepanikan dan menyebabkan kerusakan bangunan.

Warga di Melbourne pun panik dan langsung berlarian keluar gedung ketika gempa terjadi, salah satunya Zume Phim.

"Seluruh bangunan bergetar. Semua jendela, kaca, bergetar, seperti gelombang guncangan. Saya tidak pernah merasakan ini sebelumnya. Sedikit menakutkan," kata Phim kepada AFP.

Foto dan rekaman video yang beredar di media sosial menunjukkan puing-puing menghalangi salah satu jalan utama di Melbourne.

Sementara itu, warga di bagian utara kota juga mengeluhkan listrik padam. Beberapa mengatakan mereka sudah dievakuasi dari gedung.

Gempa juga dirasakan hingga Kota Adelaide, negara bagian Australia Selatan, dan Sydney di negara bagian New South Wales.

(mrh/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK