Cara LAPAN 'Intai' Rumah Warga Penerima Bansos dari Kemensos

CNN Indonesia | Jumat, 24/09/2021 13:40 WIB
LAPAN membeberkan cara mereka pakai satelit untuk mengintai rumah warga penerima Bansos dari Kemensos. Ilustrasi. LAPAN membeberkan cara mereka pakai satelit untuk mengintai rumah warga penerima Bansos dari Kemensos. (Maxar Technologies via AP)
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) membeberkan cara mereka 'mengintai' rumah warga penerima bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (Kemensos).

Metode ini digunakan untuk mengecek rumah penerima bansos agar penyaluran bantuan itu tepat sasaran. Sebelumnya, Menteri Sosial Tri Rismaharinimengatakan akan bekerja sama dengan LAPAN untuk mengecek kondisi rumah menggunakan citra satelit.

Kepala Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh LAPAN, Rokhis Khomarudin, menyatakan saat ini LAPAN masih fokus pengembangan metode untuk kawasan kumuh membantu verifikasi penerima bantuan sosial (bansos) hingga saat ini.


"Saat ini masih fokus pada pengembangan metode untukslump areaterlebih dahulu. Untuk bansos masih perlu hal lain yang diperhatikan," kata Rokhis kepadaCNNIndonesia.com, Rabu (22/9).

Salah satu hal yang perlu diperhatikan, ia berkata, terkaitremote sensingyang hanya mampu mendeteksi kawasan kumuh. Menurutnya, diperlukan riset mendalam terkait hal tersebut.

"Remote sensinghanya mampu mendeteksi daerahslump area, namun itu saja masih perlu riset yang mendalam untuk hal tersebut," tuturnya.

Menurutnya, pihaknya bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam uji coba ini.

Cara satelit LAPAN 'intai' rumah warga

Lewat akun Instagram @pusfatja_lapan, Rokhis menjelaskan saat ini pihaknya sedang menyiapkan data satelit resolusi sangat tinggi dan metode analisisnya berdasarkan kecerdasan buatan.

LAPAN akan menggunakan data satelit resolusi sangat tinggi dan pengembangan analisisnya berdasarkan metode kecerdasan artifisial yang saat ini masih dalam tahap uji coba di Kota Bandung.

Metode ini dilakukan dengan identifikasi bangunan dan objek bumi lain menggunakan kecerdasan buatan (artificial intelligence).

"Secara ringkas pengembangan metode barbasis kecerdasan artificial itu akan menemukan lokasi pemukiman kumuh di suatu kota," jelasnya lewat rekaman di akun Instagram @pusfatja_lapan.

"Melalui informasi titik kordinat penerima bansos yang diberikan oleh Kementerian Sosial untuk kemudian digabungkan dengan lokasi pemukiman kumuh yang didapatkan dari data citra satelit, pengembangan metode analisis berbasis AI dapat menemukan lokasi pemukiman kumuh di suatu wilayah, sehingga dapat ditemukan lokasi penerima bansos yang tinggal di wilayah yang ditentukan," tulis [email protected]_lapan, 1 September 2021.



Senada, sebelumnya Risma pun menuturkan hal serupa.

"Kami bekerja sama dengan Lapan. Kita akan tahu nanti posisi rumah [penerima bansos] itu dengan data geospasialnya, lewat citra satelitnya," kata Risma dalam webinar 'Bansos Dipotong, ke Mana Harus Minta Tolong?', Kamis (19/8).

Menurutnya langkah itu diperlukan agar Kemensos bisa memastikan penerima bansos merupakan warga miskin yang butuh bantuan. Jika kondisi rumah penerima bansos tidak sesuai dengan kriteria, maka bantuan ke penerima itu bisa dicabut.

"Kalau dia ngomong masih miskin, 'oh wong rumahnya tambah besar kok', kita bisa bandingkan begitu," ujar Risma.

Namun, Rokhis berharap mereka bisa mendapat data seperti titik koordinat data penerima bansos dari Kementerian Sosial agar sistem informasi data spasial yang mereka bangun bisa memetakan secara akurat.

Uji coba di Bandung

Lewat akun Instagram, Rokhis juga menyebut metode ini sedang diujicoba di Kota Bandung dan akan berlanjut untuk Kota Makassar dan kota-kota lain.

Namun saat dikonfirmasi, Rokhis menyebut saat ini pihaknya masih fokus melakukan proses uji coba verifikasi penerima bansos di kota selain Kota Bandung dan belum berencana melakukan hal serupa di kota lain.

[Gambas:Instagram]



(mth/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK