7 Hal Ngeri yang Terjadi Jika Bumi Berhenti Berputar
CNN Indonesia
Kamis, 30 Sep 2021 15:39 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ahli mengungkap bagaimana wajah kehancuran yang terjadi di muka Bumi jika planet ini berhenti berputar. (Screenshot via web Nasa.Gov)
Jakarta, CNN Indonesia --
Ahli memberikan penjelasan kehancuran apa yang akan terjadi di Bumi jika planet ini berhenti berputar.
James Zimbelman, Ahli Geologi Senior di Smithsonian's National Air and Space Museum di Washington, D.Cl, Amerika Serikat mengutarakan pemikiran eksperimen yang ia lakukan.
"Ini adalah pemikiran eksperimental," tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada kekuatan alam yang akan menghentikan rotasi Bumi. Hal ini sangat menganggumkan dan sudah menjadi bagian dari planet ini sejak ia dibentuk," tuturnya.
Bumi terus berputar pada porosnya seperti gasing. Berbagai kemungkinan pun bisa terjadi apabila bumi berhenti beruputar.
Dalam sehari, Bumi melakukan satu putaran penuh pada porosnya setiap 23 jam, 56 menit, dan 4,09053 detik.
Lantas apa yang akan terjadi jika Bumi tiba-tiba berhenti berputar?
Seluruh isi Bumi terlempar
Jika Bumi berhenti berputar, maka semua yang ada di permukaan akan hancur. Sebab, tidak ada gravitasi yang membuat bebatuan, tanah lapisan atas, pohon, bangunan, hingga lautan untuk tertempel ke dasar Bumi.
Jika planet ini berhenti secara tiba-tiba, maka semua yang ada di atasnya akan terlontar dan terbang ke arah timur. Bayangkan orang, rumah, pohon, batu besar, dan benda lain akan meluncur ke samping dengan kecepatan ratusan mil per jam.
Angin kencang sapu isi Bumi
Lantaran atmosfer masih berputar sesuai kecepatan Bumi, maka di permukaan angin sangat kencang akan menyapu permukaan Bumi hingga bersih.
Sebab, ketika Bumi berhenti berputar, maka momentum sudut akan terjadi. Sehingga udara, air, dan bebatuan di sepanjang khatulistiwa akan tetap bergerak dengan kecepatan rotasi asli Bumi, yaitu 1.100 mil per jam.
Momentum sudut adalah sebuah analogi momentum yang terjadi pada gerak linier pada benda yang berputar. Sebagai contoh pada gerak linier, penumpang mobil akan terlempar ke depan jika mobil mengerem mendadak. Sebab, penumpang itu tengah berada pada gaya momentum liner.
"Salah satu dasar fisika adalah kekekalan momentum sudut. Begitu sesuatu berputar, Anda harus mengerahkan kekuatan yang sama [ke arah yang berlawanan] untuk menghentikannya berputar," kata Zimbelman seperti dikutip dair Live Science.
Hal serupa terjadi pada momentum rotasi. Daerah di khatulistiwa akan terus berputar ketika Bumi berhenti berotasi. Gerakan inilah yang akan menyapu permukaan Bumi sambil merobek dan menghancurkan apa yang ada. Pecahan-pecahan kehancuran ini lantas akan terlempar ke atmosfer dan luar angkasa.
Jika perlambatan terjadi lebih bertahap, efeknya akan tetap dramatis, namun bakal terasa dalam jangka waktu yang lebih lama. Hal pertama yang mungkin kita perhatikan adalah bahwa matahari akan bersinar lebih lama, seiring dengan makin melambatnya Bumi. Ini berarti waktu satu hari di Bumi akan makin panjang.
Jika planet Bumi berhenti berputar, bisa jadi menyebabkan siang dan malam di Bumi berlangsung masing-masing selama setengah tahun.
Hal ini pun akan mengganggu ritme biologis tubuh manusia dan mahkluk hidup lain di Bumi yang terbiasa dengan sehari selama 24 jam. Ritme biologis inilah yang memberitahu tubuh kapan bangun dan tidur berdasarkan terbit tenggelam Matahari.
Daratan bergerak ke kutub
Jika bumi melambat selama beberapa tahun, bukan berhenti tiba-tiba, tetap akan mengakibatkan bencana. Tanpa gaya sentrifugal, samudera akan bergerak menuju kutub.
Akibatnya, kedalaman laut akan turun hingga 8 kilometer di sekitar ekuator. Sehingga, air Bumi akan terbagi menjadi dua samudera kutub besar yang dipisahkan oleh sabuk tanah di tengahnya.
Sebagai gambaran, segala sesuatu di utara Spanyol akan berada di bawah air serta seluruh Antartika.
Siang 100 derajat
Setelah bumi tidak berputar pada porosnya maka satu hari berlangsung selama satu tahun.
Sejumlah tempat akan menjalani enam bulan siang hari, kemudian secara bertahap panas bumi akan mencapai lebih dari 100 derajat celcius.
Benua tengah yang besar akan menjadi yang terpanas dan danau dan sungai yang tersisa akan mendidih dan ditiup ke kutub oleh angin kencang.
Bahkan, kehidupan primitif hanya akan mungkin terjadi di sepanjang jalur sempit di pantai, seperti dikutip dari Science Focus.
Tak ada badai
Setelah angin kencang melanda usai Bumi berhenti mendadak, pola atmosfer di Bumi pun akan menjadi kacau. Jika planet berhenti berputar, hal ini akan mengubah cara arus udara bergerak. Pola angin yang kita lihat saat ini memainkan peran penting dalam mendorong curah hujan dan suhu di seluruh dunia.
Bumi tanpa putaran juga berarti akhir dari badai. Sebab, badai besar yang berputar diciptakan oleh gaya Coriolis yang berasal dari rotasi planet.
Jika Bumi tak berputar, maka kemungkinan Bumi tak lagi terlindung oleh perisai medan magnet yang selama ini menjaga mahkluk hidup dari terjangan badai matahari.
Kemungkinan sangat kecil
Meski demikian, kemungkinan Bumi berhenti berputar sangat kecil. Sebab, sejauh ini tidak ditemukan planet yang tidak berputar sama sekali.
Sebab, proses yang membentuk planet dan benda langit lainnya secara alami menghasilkan rotasi. Sehingga, seluruh dunia berputar sejak awal terbentuk.
Tetapi ada beberapa benda angkasa yang tampak tidak berotasi, sesuatu yang disebut para astronom sebagai penguncian pasang surut (tidal lock).
Hal ini seperti yang terjadi pada Bulan. Sehingga, sisi Bulan yang menghadap ke Bumi selalu sisi yang sama. Maka ada bagian dari Bulan yang disebut sisi terjauh Bulan. Ini adalah sisi yang tak pernah tampak dari Bumi. Hal ini juga menyebabkan, sisi siang dan malam yang permanen di Bulan, seperti dilaporkan Discover Magazine.
Jakarta, CNN Indonesia --
Ahli memberikan penjelasan kehancuran apa yang akan terjadi di Bumi jika planet ini berhenti berputar.
James Zimbelman, Ahli Geologi Senior di Smithsonian's National Air and Space Museum di Washington, D.Cl, Amerika Serikat mengutarakan pemikiran eksperimen yang ia lakukan.
"Ini adalah pemikiran eksperimental," tuturnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tidak ada kekuatan alam yang akan menghentikan rotasi Bumi. Hal ini sangat menganggumkan dan sudah menjadi bagian dari planet ini sejak ia dibentuk," tuturnya.
Bumi terus berputar pada porosnya seperti gasing. Berbagai kemungkinan pun bisa terjadi apabila bumi berhenti beruputar.
Dalam sehari, Bumi melakukan satu putaran penuh pada porosnya setiap 23 jam, 56 menit, dan 4,09053 detik.
Lantas apa yang akan terjadi jika Bumi tiba-tiba berhenti berputar?
Seluruh isi Bumi terlempar
Jika Bumi berhenti berputar, maka semua yang ada di permukaan akan hancur. Sebab, tidak ada gravitasi yang membuat bebatuan, tanah lapisan atas, pohon, bangunan, hingga lautan untuk tertempel ke dasar Bumi.
Jika planet ini berhenti secara tiba-tiba, maka semua yang ada di atasnya akan terlontar dan terbang ke arah timur. Bayangkan orang, rumah, pohon, batu besar, dan benda lain akan meluncur ke samping dengan kecepatan ratusan mil per jam.
Angin kencang sapu isi Bumi
Lantaran atmosfer masih berputar sesuai kecepatan Bumi, maka di permukaan angin sangat kencang akan menyapu permukaan Bumi hingga bersih.
Sebab, ketika Bumi berhenti berputar, maka momentum sudut akan terjadi. Sehingga udara, air, dan bebatuan di sepanjang khatulistiwa akan tetap bergerak dengan kecepatan rotasi asli Bumi, yaitu 1.100 mil per jam.
Momentum sudut adalah sebuah analogi momentum yang terjadi pada gerak linier pada benda yang berputar. Sebagai contoh pada gerak linier, penumpang mobil akan terlempar ke depan jika mobil mengerem mendadak. Sebab, penumpang itu tengah berada pada gaya momentum liner.
"Salah satu dasar fisika adalah kekekalan momentum sudut. Begitu sesuatu berputar, Anda harus mengerahkan kekuatan yang sama [ke arah yang berlawanan] untuk menghentikannya berputar," kata Zimbelman seperti dikutip dair Live Science.
Hal serupa terjadi pada momentum rotasi. Daerah di khatulistiwa akan terus berputar ketika Bumi berhenti berotasi. Gerakan inilah yang akan menyapu permukaan Bumi sambil merobek dan menghancurkan apa yang ada. Pecahan-pecahan kehancuran ini lantas akan terlempar ke atmosfer dan luar angkasa.
Jika perlambatan terjadi lebih bertahap, efeknya akan tetap dramatis, namun bakal terasa dalam jangka waktu yang lebih lama. Hal pertama yang mungkin kita perhatikan adalah bahwa matahari akan bersinar lebih lama, seiring dengan makin melambatnya Bumi. Ini berarti waktu satu hari di Bumi akan makin panjang.
Jika planet Bumi berhenti berputar, bisa jadi menyebabkan siang dan malam di Bumi berlangsung masing-masing selama setengah tahun.
Hal ini pun akan mengganggu ritme biologis tubuh manusia dan mahkluk hidup lain di Bumi yang terbiasa dengan sehari selama 24 jam. Ritme biologis inilah yang memberitahu tubuh kapan bangun dan tidur berdasarkan terbit tenggelam Matahari.
Daratan Bergerak ke Kutub, Siang 100 Derajat, Jika Bumi Berhenti Berputar
Ahli mengungkap bagaimana wajah kehancuran yang terjadi di muka Bumi jika planet ini berhenti berputar. (iStockphoto/robertsrob)
Daratan bergerak ke kutub
Jika bumi melambat selama beberapa tahun, bukan berhenti tiba-tiba, tetap akan mengakibatkan bencana. Tanpa gaya sentrifugal, samudera akan bergerak menuju kutub.
Akibatnya, kedalaman laut akan turun hingga 8 kilometer di sekitar ekuator. Sehingga, air Bumi akan terbagi menjadi dua samudera kutub besar yang dipisahkan oleh sabuk tanah di tengahnya.
Sebagai gambaran, segala sesuatu di utara Spanyol akan berada di bawah air serta seluruh Antartika.
Siang 100 derajat
Setelah bumi tidak berputar pada porosnya maka satu hari berlangsung selama satu tahun.
Sejumlah tempat akan menjalani enam bulan siang hari, kemudian secara bertahap panas bumi akan mencapai lebih dari 100 derajat celcius.
Benua tengah yang besar akan menjadi yang terpanas dan danau dan sungai yang tersisa akan mendidih dan ditiup ke kutub oleh angin kencang.
Bahkan, kehidupan primitif hanya akan mungkin terjadi di sepanjang jalur sempit di pantai, seperti dikutip dari Science Focus.
Tak ada badai
Setelah angin kencang melanda usai Bumi berhenti mendadak, pola atmosfer di Bumi pun akan menjadi kacau. Jika planet berhenti berputar, hal ini akan mengubah cara arus udara bergerak. Pola angin yang kita lihat saat ini memainkan peran penting dalam mendorong curah hujan dan suhu di seluruh dunia.
Bumi tanpa putaran juga berarti akhir dari badai. Sebab, badai besar yang berputar diciptakan oleh gaya Coriolis yang berasal dari rotasi planet.
Jika Bumi tak berputar, maka kemungkinan Bumi tak lagi terlindung oleh perisai medan magnet yang selama ini menjaga mahkluk hidup dari terjangan badai matahari.
Kemungkinan sangat kecil
Meski demikian, kemungkinan Bumi berhenti berputar sangat kecil. Sebab, sejauh ini tidak ditemukan planet yang tidak berputar sama sekali.
Sebab, proses yang membentuk planet dan benda langit lainnya secara alami menghasilkan rotasi. Sehingga, seluruh dunia berputar sejak awal terbentuk.
Tetapi ada beberapa benda angkasa yang tampak tidak berotasi, sesuatu yang disebut para astronom sebagai penguncian pasang surut (tidal lock).
Hal ini seperti yang terjadi pada Bulan. Sehingga, sisi Bulan yang menghadap ke Bumi selalu sisi yang sama. Maka ada bagian dari Bulan yang disebut sisi terjauh Bulan. Ini adalah sisi yang tak pernah tampak dari Bumi. Hal ini juga menyebabkan, sisi siang dan malam yang permanen di Bulan, seperti dilaporkan Discover Magazine.
Daratan Bergerak ke Kutub, Siang 100 Derajat, Jika Bumi Berhenti Berputar BACA HALAMAN BERIKUTNYA