101 TEKNO

Mengenal Kekurangan dan Kelebihan Layar OLED

CNN Indonesia
Minggu, 31 Okt 2021 12:10 WIB
Mengenal Kekurangan dan Kelebihan Layar OLED
Ilustrasi layar OLED. (dok. LG)
Jakarta, CNN Indonesia --

Organic light-emitting diode alias OLED merupakan jenis layar yang diperkirakan oleh sejumlah analis pasar bakal laris penjualannya pada 2021 ini.

Harga sejumlah barang yang menggunakan OLED pun diperkirakan akan semakin terjangkau pada tahun ini.

"Analis pasar memperkirakan 2021 akan menjadi tahun OLED, dengan pengiriman layar OLED yang dimaksudkan untuk meningkat 80 persen dari 2020," demikian laporan Jamie Carter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bisa hasilkan warna hitam murni

Sebaliknya, ketika tegangan listrik dinyalakan, setiap sub-piksel dalam layar OLED menyala. Setiap sub-piksel berisi molekul berbeda yang bereaksi berbeda terhadap tegangan yang diberikan sehingga menghasilkan warna yang berbeda.

Lampu latar tidak diperlukan pada layar OLED. Tegangan listrik juga tidak dapat diterapkan ke piksel saat ada warna hitam pada gambar, sehingga menghasilkan tingkat hitam yang sebenarnya.

Tak Seterang LCD

Ada beberapa kelemahan utama dari OLED, khususnya tampilannya yang tidak seterang LCD karena tidak memiliki lampu latar. Selain itu, bahan yang digunakan untuk pembuatannya lebih mahal.

Tak Perlu Sumber Cahaya Eksternal

Panel OLED memancarkan cahayanya sendiri ketika arus listrik dilewatkan. OLED berbeda dengan layar LCD-LED yang memerlukan sumber cahaya eksternal, seperti lampu latar raksasa, untuk kecerahan.

Artinya, kualitas gambar hitam atau putih diterangi dengan kecerahan yang sama persis di seluruh panel. Ini mengurangi apa yang disebut 'hotspots', atau area cahaya super terang, karena sumber cahaya sebenarnya yang menyinarinya seragam.

Kekurangan Layar OLED

Ilustrasi layar OLED. (dok. LG)

Refresh Rate Rendah

OLED disebut mampu melakukan refresh rate serendah 0,001 ms atau sekitar 1.000 kali lebih cepat dibandingkan panel LCD LED-backlit standar.

Karena sumber pencahayaan yang digunakan sangat kecil, kedalaman ukuran layar telah menyusut dengan kecepatan yang sama.

Artinya, OLED memiliki warna hitam pekat dan cerah, putih puncak, akurasi warna yang lebih baik, serta gerakan responsif yang halus.

Ringan Tapi Mahal

Kelebihan lainnya adalah OLED lebih ringan dari tipis dibandingkan LCD atau LED biasa. Sudut pandangnya cenderung jauh lebih lebar, dan waktu respons bisa sangat cepat.

Namun karena hal tersebut, harga barang yang menggunakan OLED relatif mahal untuk diproduksi.

Semakin kecil layar OLED, bisa jadi semakin mahal biaya produksinya, seperti dilansir TechRadar.



Rentan 'Burn-in'

OLED rentan terhadap burn-in. Tetapi ini terjadi dalam situasi tertentu saja dan dalam kategori yang ekstrem.

Burn-in bersifat permanen dan hanya akan terjadi jika seseorang hanya menonton satu saluran selama delapan jam sehari setiap hari.

Selama pengguna menggunakannya untuk menonton berbagai konten kemungkinan akan baik-baik saja.

Daya Tahan

OLED disebut memiliki daya tahan pakai hingga 50 ribu jam. Jika penggunan menggunakannya sekitara enam jam sehari, artinya OLED bisa bertahan lebih dari 22 tahun.

LIHAT SELENGKAPNYA