Fakta Unik Nobel Sekeluarga Dapat Hadiah hingga Studi Palsu
Gagal jadi kaya
Hadiah Nobel diberikan bersama uang $1 juta atau sekitar Rp15 miliar. Profesor Robert Lucas dari Univeritas Chicago nampak akan menjadi seorang miliarder pada tahun 1995 ketika memenangkan Nobel bidang Ekonomi.
Namun hal tersebut gagal karena enam tahun sebelumnya mantan istri dari Lucas menuliskan klausa tuntutan perceraian yang menyatakan ia akan menerima setengah dari uang hadiah Nobel yang didapatkan Lucas.
Pengumuman hadiah Nobel untuk Lucas hanya beberapa pekan lebih awal dari masa kadaluwarsa klausa perceraian tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemenang tanpa reputasi baik
Tidak semua pemenang hadiah Nobel merupakan ilmuwan kelas atas yang dikenal orang banyak. Beberapa di antaranya bahkan punya latar belakang yang buruk.
Seperti Daniel Carleton Gajdusek yang merupakan pemenang hadiah Nobel bidang Medis pada 1976. Gajdusek memenangkan hadiah Nobel atas penelitiannya tentang infeksi virus lambat (slow-virus) pada manusia.
Meski mendapatkan hadiah Nobel, Gajdusek dipenjara selama 19 bulan pada tahun 1997 atas kasus penganiayaan anak.
Studi palsu
Selain itu Johannes Fibiger mendapatkan hadiah Nobel bidang Medis pada 1926 atas penemuannya tentang cacing parasit penyebab kanker. Namun di kemudian hari ternyata ditemukan penelitian tersebut tidak benar.
Drama hadiah Nobel
Kemudian Yasser Arafat memenangkan Nobel Perdamaian pada 1994 bersama dengan Shimon Peres dan Yitzhak Rabin untuk kontribusi mereka menciptakan perdamaian di Timur Tengah.
Pada penganugerahan tersebut, salah satu komite Nobel, Kare Kristiansen mengundurkan diri. Pengunduruan diri tersebut dibarengi dengan pernyataan, "Konsekuensi apa yang akan dihasilkan? Ketika seorang teroris dengan latar belakang yang jelas diberikan penghargaan paling bergengsi di dunia," seperti dilansir CNN.
(lnn/eks)[Gambas:Video CNN]
Hadiah Nobel merupakan penghargaan bergengsi untuk ilmuwan bidang Fisika, Kimia, Medis, Sastra, Perdamaian, dan Ilmu Ekonomi.
Dalam tahun-tahun penyelenggaraannya, hadiah nobel menyajikan fakta menarik dari mulai penerima hadiah berumur 17 tahun hingga keluarga yang hampir semua anggotanya dapat hadiah tersebut.
Pemberian hadiah Nobel dimulai pada tahun 1895 oleh Penemu dan Industrialis Swedia, Alfred Nobel. Ia menginstruksikan sebagian besar hartanya didonasikan sebagai hadiah untuk lima bidang (sebelum ilmu ekonomi ditambahkan pada 1969) dalam sebuah acara tahunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nobel mengatakan hadiah tersebut harus diberikan 'kepada mereka yang pada tahun sebelumnya telah memberikan manfaat terbesar bagi umat manusia.
Dilansir dari Britannica, penganugerahan pertama hadiah Nobel dilangsungkan pada 10 Desember 1901, sekaligus mengenang lima tahun kematian Nobel.
Dalam rentang lebih dari seratus tahun penyelenggaraan acara ini, sejumlah fakta menarik mengiringi cerita para pemenang hadiah Nobel.
Pemenang termuda
Seorang aktivis pembela hak asasi manusia, Malala Yousafzai memenangkan hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2014. Saat memenangkan hadiah ini, Yousafzai hanya berumur 17 tahun dan tercatat sebagai pemenang hadiah Nobel termuda hingga saat ini.
Pemenang hadiah Nobel termuda berikutnya adalah Sir William Lawrence Bragg yang memenangkan Nobel bidang Fisika di umur 25 tahun pada 1915.
Pemenang Nobel turun temurun
Keluarga Curie mungkin bisa disebut sebagai keluarga Nobel. Pasalnya keluarga ini berhasil mengumpulkan hadiah Nobel terbanyak melalui anggota keluarganya.
Dilansir dari Brandeis, hadiah Nobel pertama didapatkan keluarga ini melalui Marie yang memenangkan Nobel Fisika pada 1903 bersama dengan suaminya, Pierre.
Kemudian Marie kembali mendapatkan hadiah Nobel pada 1911, namun pada bidang Kimia.
Hadiah Nobel ketiga yang diperoleh keluarga ini didapatkan oleh putri Marie, rène Joliot-Curie and husband Frédéric Joliot-Curie yang memenangkan Nobel Fisika pada 1935.
Selain itu, menantu Marie, Henry Richardson Labouisse menerima hadiah Nobel Perdamaian atas nama UNICEF pada 1965.
Bernilai sangat mahal
Medali hadiah Nobel merupakan emas 18 karat dengan berat hanya sekitar 150 gram dan diameter 66 sentimeter.
Namun beberapa medali yang telah terjual dihargai Rp7,5 hingga Rp15 miliar.
Bahkan pada tahun 2014, James Watson melelang medalinya dan berhasil dijual dengan harga $4,7 juta atau sekitar Rp67 miliar.
Studi Palsu hingga Gagal Jadi Kaya Usai Terima Hadiah Nobel
Sejumlah fakta unik dan lucu seputar pemberian hadiah Nobel, mulai dari sekeluarga dapat hadiah hingga studi palsu. (iStockphoto)
Gagal jadi kaya
Hadiah Nobel diberikan bersama uang $1 juta atau sekitar Rp15 miliar. Profesor Robert Lucas dari Univeritas Chicago nampak akan menjadi seorang miliarder pada tahun 1995 ketika memenangkan Nobel bidang Ekonomi.
Namun hal tersebut gagal karena enam tahun sebelumnya mantan istri dari Lucas menuliskan klausa tuntutan perceraian yang menyatakan ia akan menerima setengah dari uang hadiah Nobel yang didapatkan Lucas.
Pengumuman hadiah Nobel untuk Lucas hanya beberapa pekan lebih awal dari masa kadaluwarsa klausa perceraian tersebut.
Pemenang tanpa reputasi baik
Tidak semua pemenang hadiah Nobel merupakan ilmuwan kelas atas yang dikenal orang banyak. Beberapa di antaranya bahkan punya latar belakang yang buruk.
Seperti Daniel Carleton Gajdusek yang merupakan pemenang hadiah Nobel bidang Medis pada 1976. Gajdusek memenangkan hadiah Nobel atas penelitiannya tentang infeksi virus lambat (slow-virus) pada manusia.
Meski mendapatkan hadiah Nobel, Gajdusek dipenjara selama 19 bulan pada tahun 1997 atas kasus penganiayaan anak.
Studi palsu
Selain itu Johannes Fibiger mendapatkan hadiah Nobel bidang Medis pada 1926 atas penemuannya tentang cacing parasit penyebab kanker. Namun di kemudian hari ternyata ditemukan penelitian tersebut tidak benar.
Drama hadiah Nobel
Kemudian Yasser Arafat memenangkan Nobel Perdamaian pada 1994 bersama dengan Shimon Peres dan Yitzhak Rabin untuk kontribusi mereka menciptakan perdamaian di Timur Tengah.
Pada penganugerahan tersebut, salah satu komite Nobel, Kare Kristiansen mengundurkan diri. Pengunduruan diri tersebut dibarengi dengan pernyataan, "Konsekuensi apa yang akan dihasilkan? Ketika seorang teroris dengan latar belakang yang jelas diberikan penghargaan paling bergengsi di dunia," seperti dilansir CNN.
