Ban Tanpa Udara: Harga, Kapan Rilis, Tahan Berapa Lama

CNN Indonesia | Selasa, 12/10/2021 08:45 WIB
Sejumlah fakta terkait ban tanpa udara mulai dari harga, kapan rilis, tahan berapa lama, serta kelebihan dan kekurangan. Sejumlah fakta terkait ban tanpa udara mulai dari harga, kapan rilis, tahan berapa lama, serta kelebihan dan kekurangan. (michelinmedia.com)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ban tanpa udara dianggap menjadi salah satu masa depan industri otomotif. Kini beberapa produsen turut mengembangkan ban tanpa udara, dan beberapa sudah membocorkan hargamasa pakai hingga waktu rilis ke pasar.

Secara garis besar ban tanpa udara sama seperti ban konvensional. Dari bentuk seperti donat, berwarna hitam, terbuat dari karet. Namun bedanya ban tanpa udara tidak dirancang untuk menampung udara jadi memiliki bentuk dinding borongga.

Ban tanpa udara memiliki struktur yang terbilang unik pada bagian dinding. Bisa dikatakan fungsinya sebagai penyangga antara bagian tapak ban dengan pelek. Dari struktur tersebut bisa dipahami kerja ban tak akan menggunakan tekanan udara.


Keberadaan struktur tersebut juga sekaligus berfungsi sebagai peredam guncangan, ini akan membantu suspensi meredam daya kejut ketika menghantam lubang atau jalan tidak rata.

Berikut sejumlah fakta terkait harga, kapan rilis, kekuatan, hingga kelebihan dan kekurangan ban tanpa udara.

Kapan ban tanpa udara rilis?

Kini produsen yang berupaya mengembangkan produk itu ialah Michelin dan Bridgestone. Bahkan Michelin sudah menentukan target mulai memproduksi ban tanpa udara bernama Unique Puncture-proof Tire System (Uptis) mulai 2024.

Sementara General Motor dan Michelin berharap mereka bisa meluncurkan ban tanpa udara ini ke publik pada tahun 2025.

Harga ban tanpa udara?

Michelin mengatakan ban tanpa udara Uptis bakal dijual antara US$40 atau senilai Rp639 ribu(kurs Rp14.202) hingga US$65 atau senilai Rp923 ribu per ban.

Sementara untuk harga ban tanpa udara Bridgestone QuietTrack, disebut akan dilego lebih mahal, US$133 per ban atau sekitar Rp1,9 juta (kurs Rp14.217,75).

Harga itu disebut jauh lebih mahal dibandingkan harga ban biasa. Namun tentunya banyak keuntungan yang didapat bagi para pengemudi.

Dikembangkan sejak 2005

Dikutip New Atlas, teknologi ban tanpa udara besutan Michelin dikembangkan selama lebih dari 16 tahun lalu. Sejak pertama kali ditulis gizmag.com pada 2005, dengan cepat ban model ini menjadi cerita paling populer.

[Gambas:Video CNN]



Ketahanan Ban Tanpa Udara, Kelebihan, dan Kekurangan

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
BACA JUGA
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK