Targetkan Asteroid Purba, Misi NASA Lucy Berangkat 16 Oktober

CNN Indonesia | Rabu, 13/10/2021 01:29 WIB
NASA akan meluncurkan misi Lucy pada 16 Oktober untuk mengunjungi langsung delapan asteroid. Ilustrasi asteroid. (iStockphoto/Elenarts)
Jakarta, CNN Indonesia --

NASA punya misi ambisius bernama Lucy yang akan mendatangi delapan asteroid yang berada di sabuk asteroid antara Jupiter dan Mars serta asteroid Trojan purba.

Asteroid Trojan merupakan asteroid dengan lintasan orbit yang sama seperti Jupiter mengitari Matahari.

Misi penjelajahan Lucy merupakan penelitian yang pertama kali meneliti asteroid tersebut dan juga yang pertama kali melakukan penerbangan ke bagian luar tata surya kita.


Hasil penelitian ini disebut akan menambahkan sejumlah data baru yang membuat manusia dapat mengetahui lebih jelas tentang sejarah awal alam semesta.

"Tak ada misi angkasa luar lain dalam sejarah yang pernah diluncurkan ke destinasi yang berbeda-beda pada sebuah orbit independen di sekitar Matahari kita," kata NASA dalam deskripsi misinya.

"Lucy akan menunjukkan pada kita, untuk pertama kali, keberagaman komponen purba yang membentuk planet-planet," tambahnya.

Pada misi ini Lucy menargetkan beberapa jenis asteroid untuk diteliti, di antaranya tipe C (asteroid purba yang terbuat dari tanah liat dan silikat), tipe D (asteroid dengan refleksifitas rendah, yang kemungkinan kaya molekul organik), dan tipe P (asteroid dengan albedo-pantulan cahaya balik ke angkasa luar-minim yang mungkin kaya molekul organik juga).

Dilansir dari Space, nama Lucy diambil dari nama fosil awal australopithecine (humanoid) yang berumur sekitar 3,2 juta tahun. Nama Lucy sendiri diambil dari lagu The Beatles 'Lucy in the Sky With Diamonds' yang mengiringi tim ekspedisi menggali fosil tersebut. Penemuan fosil Lucy disebut menjadi dasar pemahaman modern tentang evolusi manusia.

Berdasarkan hal tersebut NASA bertujuan menjadikan misi angkasa luar Lucy dapat berkontribusi memberikan pemahaman lebih tentang awal mula tata surya.

"Asteroid-asteroid tersebut benar-benar seperti berlian di langit bagi ilmu pengetahuan, nilai yang diberikan sangat penting dalam memberi pemahaman tentang pembentukan planet raksasa dan evolusi tata surya," kata Harold Levison, Peneliti Utama dari Lucy di Institut Penelitian Southwest (SwRI) dalam pernyataan NASA pada 2017.

Dilansir dari Scitechdaily, Lucy dikabarkan akan meluncur pada Sabtu (16/10) dengan roket United Launch Alliance (ULA) atlas V 401. Peluncuran tersebut dilaksanakan di Kompleks Peluncuran Angkasa Luar 41 di Stasiun Angkatan Angkasa Luar Cape Canaveral, Florida selepas pukul 05:34 AM waktu setempat.

Peluncuran ini dapat disaksikan melalui kanal-kanal yang dimiliki NASA, seperti NASA Television, the NASA app, dan websitenya mulai pukul 14:00 WIB.

Kemudian setelah peluncuran, Lucy dijadwalkan akan sampai di tujuan pertamanya asteroid 52246 Donaldjohanson di sabuk asteroid pada April 2025.

(lnn/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK