TNI soal Uji Ban Tanpa Udara: Tak Ada Masalah, Kebal Peluru

CNN Indonesia | Rabu, 13/10/2021 11:10 WIB
Ban tanpa udara milik TNI AD sudah diuji coba di Batu, Jawa Timur dan menginjak benda tajam. Ban tanpa udara buatan siswa dan siswi Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD. (Foto: Dok.Poltekad)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ban tanpa udara racikan siswa dan siswi Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kodiklat TNI AD telah melalui serangkaian uji coba di Indonesia. Pengembangan dilakukan sejak 2019 dan uji coba satu tahun kemudian.

Komandan Poltekad Kodiklat TNI AD Brigadir Jenderal Nugraha Gumilar mengatakan ban tanpa udara buatan anak didiknya mampu menahan beban hingga dua sampai empat ton. Uji coba tahap pertama disematkan pada pikap kabin ganda.

Menurut Brigadir Jenderal Nugraha, uji coba ban antibocor pada Juli 2020 mengitari area perkotaan Batu, Jawa Timur. Saat itu ban diajak menggelinding dengan kecepatan rata-rata 40-50 km per jam. Hasilnya yang didapat tidak mengecewakan.


Ia juga mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengembangan ban tanpa udara agar sempurna sebelum diproduksi massal.

"Kalau di perkotaan sudah diuji coba hampir dua jam tidak ada masalah. Nanti kami ingin coba lagi misalnya di jalan tol dengan kecepatan sekian, durasi berapa jam. Kami ingin tahu kalau kondisi panas sekali ban kuat tidak, meleleh tidak. Jadi kami akan terus kembangkan," ungkap Nugraha.

Dijelaskannya, serangkai uji coba lain akan dilakukan dan saat ini masih menunggu waktu yang tepat.

Ban tanpa udara buatan TNI AD dirancang dengan struktur memiliki banyak rongga pada bagian dindingnya. Struktur itu memiliki banyak fungsi, antaranya sebagai penyangga dan peredam layaknya jari-jari sepeda motor.

Pada bagian itu terbuat dari polyurethane yang kuat namun elastis sehingga mampu meredam getaran. Bagian itu juga sebagai penyambung ke pelek yang telah disesuaikan.

Poltekad diakui menggabungkan pelek custom dan jari-jari yang terbuat dari bahan khusus tersebut agar sesuai as roda. Untuk karet yang bersentuhan dengan lintasan menggunakan karet pada umumnya dengan alur kembangan ban yang telah sesuai dengan penggunaan.

TNI AD mengakui ban tanpa udara besutannya kebal benda tajam dan peluru kaliber 5,6 mm.

(ryh/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK