Kominfo Sebut Harap RI Ada Decacorn Baru Usai Punya 7 Unicorn

CNN Indonesia | Rabu, 13/10/2021 14:30 WIB
Menkominfo Johnny G. Plate berharap muncul decacorn baru usai RI punya 7 unicorn. Menkominfo Johnny G. Plate berharap muncul decacorn baru usai RI punya 7 unicorn. (ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate berharap Indonesia segera memiliki tambahan decacorn baru usai punya 7 unicorn.

Pasalnya selama pandemi, ekonomi digital dan pengguna layanan digital Indonesia mengalami pertumbuhan yang signifikan.

"Resiliensi (ekonomi digital) tercermin dari peningkatan pendanaan sejumlah startup di Indonesia, di mana hingga kini Indonesia telah memiliki satu decacorn yakni Gojek. Dan mudah-mudahan segera dua," ujarnya dalam acara virtual OJK Virtual Innovation Day 2021, Selasa (12/10).


Decacorn merupakan perusahaan rintisan atau startup dengan nilai valuasi perusahaan lebih dari US$10 miliar. Sementara unicorn adalah perusahaan rintisan atau startup dengan nilai valuasi perusahaan lebih dari US$1 miliar.

Selain perkembangan ekonomi digital, pendanaan perusahaan startup digital saat ini dinilai mengalami tren peningkatan di tengah resiliensi ekonomi digital.

Johnny mengatakan selain satu decacorn, saat ini Indonesia memiliki tujuh unicorn-perusahaan rintisan dengan valuasi di atas USD1 Miliar-antara lain Tokopedia, Traveloka, OVO, Bukalapak, J&T Express, OnlinePajak, Xendit, dan Ajaib.

Pengguna naik

Mengutip data yang dirilis Google, Temasek dan Bain tahun 2020, Johnny mengatakan pertumbuhan startup digital meningkat selama masa pandemi disebabkan oleh peningkatan pengguna layanan digital.

"Jumlah pengguna internet yang mencapai 202,6 juta orang per Januari 2021. Di samping itu, pengguna layanan digital di Indonesia juga mengalami pertumbuhan sebesar 37 persen selama pandemi Covid-19," ujar Johnny.

Lebih lanjut Johnny mengatakan kolaborasi antar startup di Indonesia seperti Gojek dan Tokopedia akan berdampak baik pada pertumbuhan ekonomi digital di tanah air.

"Dengan geliat potensi dan resiliensi tersebut, maka diperkirakan valuasi ekonomi digital Indonesia ke depan akan terus meningkat, yakni mencapai sebesar USD124 Miliar pada tahun 2025, dan sebesar USD315,5 Miliar pada tahun 2030 mendatang," katanya.

Kemudian Johnny juga menunjukkan data United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD) tahun 2021 yang menyatakan peningkatan bandwidth internet secara global pada tahun 2020 hingga mencapai 35 persen. Peningkatan tersebut disebut menjadi yang terbesar sejak 2013.

"Dengan lalu lintas data bulanan yang secara global diprediksi akan terus meningkat hingga 780 exabytes di tahun 2026. Sehingga adopsi teknologi digital telah menjadi katalisator bagi kemajuan di berbagai kehidupan dan aktifitas masyarakat, termasuk perkembangan ekonomi digital di Indonesia," ujarnya.

Fintech potensial

Menteri Johnny menyatakan kehadiran sektor jasa keuangan digital memiliki peran penting bagi masyarakat. Melalui berbagai layanan platform financial technology (fintech) yang turut menumbuhkan aspek ekonomi digital secara signifikan.

"Prospek tumbuh kembang yang positif tersebut terlihat dari jumlah nilai investasi fintech di Indonesia pada tahun 2020 yang mencapai hampir USD180 Juta Dollar Amerika Serikat, atau setara dengan 20 persen total investasi fintech di antara ASEAN 6 atau Indonesia yakni Thailand, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Vietnam," jelasnya.



Mengutip data UOB, PwC Singapore, Singapore FinTech Association tahun 2020, Menkominfo memaparkan keseluruhan investasi sektor fintech di Indonesia terbagi ke dalam empat sektor, antara lain insurance technology sebanyak 38%, payments 32%, alternative lending 25%, dan finance and accounting tech sebanyak 5%.

"Investasi tersebut memperkuat basis pendanaan platform fintech yang mendorong ekspansi pemanfaatan bagi masyarakat. Pada bulan Agustus 2021, tercatat layanan fintech lending telah menjangkau 27,2 juta masyarakat di Indonesia, dengan jumlah penyaluran pinjaman total mencapai Rp14,95 Triliun," jelasnya.

Guna menunjang pertumbuhan sektor keuangan digital, Kementerian Kominfo menerapkan menghadirkan tiga kebijakan yang mencakup pemerataan pembangunan infrastruktur digital, tata kelola ekosistem digital, serta penyiapan talenta digital.

"Kebijakan ekosistem digital dari hulu ke hilir tersebut dilaksanakan agar masyarakat Indonesia dapat bersama-sama menumbuhkembangkan ekosistem digital secara inklusif, bermanfaat, aman, merata dan diharapkan no one left behind," tandas Menteri Johnny.

(lnn/eks)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK