Lele Kuning Raksasa di Belanda Disebut Punya Kelainan Genetik

ttf | CNN Indonesia
Jumat, 22 Oct 2021 19:33 WIB
Lele kuning raksasa seperti pisang yang memiliki insang melompat keluar dari air dan masuk ke perahu yang ditumpangi seorang pemancing profesional. Ilustrasi. Lele kuning raksasa seperti pisang yang memiliki insang melompat keluar dari air dan masuk ke perahu yang ditumpangi seorang pemancing profesional. (Foto: iStockphoto/adiartana)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ikan Lele kuning raksasa yang baru-baru ini ditemukan di sebuah danau di Belanda kemungkinan memiliki kelainan genetik langka yang disebut leucism.

Lele berwarna kuning seperti pisang berukuran besar yang memiliki insang itu melompat keluar dari air dan masuk ke perahu yang ditumpangi Martin Glatz, seorang pemancing profesional.

Sebelumnya, Glatz dan saudaranya Oliver telah menangkap banyak ikan lele dalam hidupnya, tapi tidak ada yang lebih besar dari yang ditemukannya kali ini.


"Saya belum pernah melihat ikan lele seperti itu sebelumnya. Saya masih kewalahan karenanya," kata Glatz yang mengaku kaget kepada Live Science.

Menurut Field & Stream, Whopper adalah sejenis ikan lele wels (Silurus glanis), spesies besar yang berasal dari danau dan sungai di seluruh Eropa.

Menurut Administrasi Kelautan dan Atmosfer Nasional (NOAA), ikan ini dikenal karena ukurannya yang sangat besar dan dapat tumbuh setidaknya sampai sepanjang 2,7 meter dengan dan berat hampir 130 kg.

Meski begitu, NOAA menyebut sangat jarang ditemukan ikan lele wels dengan warna kuning seperti yang ditangkap Glatz.

"Tapi ikan yang ditangkap Glatz sangat langka karena berwarna kuning. Kebanyakan, lele wels berwarna gelap hitam kehijauan dengan beberapa bintik-bintik kuning," kata NOAA dikutip World Today News.

Masih dari Live Science, lele kulit kuning tersebut kemungkinan memiliki leucism, kelainan genetik langka yang menyebabkan pengurangan pigmentasi pada kulit dan rambut.

Tidak seperti albinisme, kelainan genetik serupa, leucism tidak memengaruhi mata hewan tersebut.

Kelainan leucism telah diamati pada mamalia, reptil, burung dan ikan dan menghasilkan penampakan mencolok seperti penguin kuning dan paus pembunuh putih.

Pada tahun 2017, seekor ikan lele kuning leucistic terlihat di Sungai Mississippi di Iowa yang akhirnya menjadi berita utama di surat kabar lokal Herald & Review.

Hewan leucistic biasanya menghadapi kerugian di alam liar. Dengan tubuh mereka yang ringan dan terkadang cerah, hewan leucistic lebih menonjol pada predator dan dapat membuat target yang lebih mudah daripada sepupu mereka yang berpigmen penuh.

Lele wels tersebut telah lolos dari kematian dini dan memiliki kemungkinan hidup untuk tumbuh lebih besar lagi.

Setelah mengambil beberapa foto bersama ikan tersebut, Glatz memutuskan untuk melepaskan ikan itu kembali ke air dengan harapan ikan itu akan tumbuh lebih besar lagi dan mungkin akan memberi pemancing lain kejutan yang lebih besar dalam perjalanan memancing di masa depan.

(ttf/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER