Marak Tipu Kedok Call Center, BRI Upayakan Tutup Akun Medsos Palsu

CNN Indonesia
Kamis, 28 Oct 2021 07:54 WIB
Akun palsu berkedok call center bank tertentu di media sosial dikatakan menjerat nasabah yang sedang protes atau mengeluh. Ilustrasi Twitter. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Rakyat Indonesia (BRI) terus melakukan upaya penutupan akun-akun palsu di media sosial atas nama bank tersebut yang belakangan telah melakukan aksi penipuan pada nasabah.

"Terkait dengan adanya akun-akun sosial media yang mengatasnamakan BRI atau akun palsu BRI, BRI terus melakukan upaya penutupan akun-akun palsu tersebut," kata Aestika Oryza Gunarto, Corporate Secretary BRI saat dihubungi oleh CNNIndonesia.com, Rabu (27/10).

Sebelumnya diketahui muncul banyak akun palsu Call Center bank di Twitter yang beraksi menipu dengan cara menjerat nasabah yang sedang membutuhkan bantuan. Salah satu akun palsu itu mengatasnamakan BRI.


Aestika mengatakan bahwa BRI juga terus mengedukasi dan menyosialisasikan akun resmi BRI di setiap materi komunikasi. BRI dikatakan hanya menggunakan saluran resmi dan seluruh akun resmi BRI telah terverifikasi.

Adapun akun-akun resmi BRI adalah sebagai berikut:

web: www.bri.co.id

IG: @bankbri_id

Twitter: bankbri_id

FB: Bank BRI

Youtube: Bank BRI

Lebih lanjut Aestika mengimbau nasabah lebih berhati-hati dan tidak sembarangan memberikan data pribadi kepada pihak lain.

"BRI senantiasa terus mengimbau nasabah agar lebih berhati-hati serta tidak menginformasikan kerahasiaan data pribadi dan data perbankan kepada orang lain atau pihak yang mengatasnamakan BRI, termasuk memberikan informasi data pribadi maupun data perbankan," ujarnya.

Data yang seharusnya tidak dibagikan sembarangan adalah nomor rekening, nomor kartu, PIN, user dan password internet banking, OTP, dan sebagainya.

Sebelumnya analis media sosial sekaligus pendiri Drone Emprit, Ismail Fahmi, menjelaskan, orang yang sedang protes atau mengeluh dapat dijadikan peluang bagi penipu menawarkan 'jasa'.

"Orang memiliki masalah membuka kesempatan bagi orang jahat atau penipu untuk masuk dan melancarkan aksinya," kata Ismail dalam acara webinar tentang perlindungan data pribadi yang diselenggarakan oleh Kementerian Keuangan Republik Indonesia (Kemenkeu), pada Senin (25/10).

Ismail memberi contoh akun palsu yang mengatasnamakan LiveChat BRI. Saat akun ini menunggah sesuatu yang valid, sering kali akan ada nasabah yang membalas unggahan tersebut dengan keluhan yang ia alami dan meminta solusi.

Setelah terjadi komunikasi, akun palsu itu disebut akan menghubungi nasabah dan menawarkan solusi selayaknya akun asli. Bedanya, akun palsu ini akan mengarahkan nasabah untuk mengklik link yang akan terhubung langsung dengan kontak WhatsApp dari penipu.

"Ketika chat foto kontaknya dan namanya sudah BRI namun mereka menggunakan nomor HP biasa saja, tapi cara mereka ngomong atau telepon itu sudah persis dengan Call Center," ujar Ismail.

Ketika ini lah para penipu akan meminta data pribadi yang rinci dari nasabah. Data ini dapat disalahgunakan oleh penipu dan merugikan pemiliknya.

(lnn/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER