Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah aplikasi Android kerap digunakan untuk mencuri data hingga uang dari rekening atau dompet digital para korban.
Pelaku kejahatan siber menggunakan mockup aplikasi popular untuk menyebarkan Teabot dan Flubot Malware di Android. Aplikasi tiruan ini dapat membahayakan pengguna karena ia mampu mencuri data hingga uang pengguna. Mereka menyebar dengan menirup aplikasi yang banyak di unduh di Play Store, mulai dari VLC hingga Kaspersky.
Menyebarkan malware di perangkat Android tidak mudah, karena toko aplikasi resmi biasanya mencegah jenis aplikasi bermalware ini menjangkau pengguna. Meski demikian, beberapa aplikasi yang belum ketahuan oleh Google bisa saja menyusup masuk.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, salah satu kelebihan yang sekaligus menjadi kekurangan Android adalah kemampuan untuk melakukan sideload aplikasi dari sumber tidak resmi, sehingga aplikasi berbahaya bisa diinstal dengan mudah di ponsel.
Sideload sendiri merupakan pemasangan aplikasi di luar toko aplikasi App Store resmi, biasanya dilakukan lewat situs web atau toko aplikasi pihak ketiga.
Menggunakan kombinasi trik untuk membujuk pengguna agar menginstal aplikasi di luar toko resmi, penjahat siber menyebarkan sebagian besar malware mereka melalui sideloading tersebut. Jika perangkat seluler tidak memiliki solusi keamanan yang terpasang, aplikasi berbahaya bebas berkeliaran.
TeaBot dan Flubot merupakan malware dari keluarga trojan bankir terbaru, seperti yang diidentifikasi oleh beberapa peneliti keamanan pada bulan-bulan awal 2021. Peneliti Bitdefender telah menemukan sekumpulan aplikasi Android berbahaya baru yang meniru aplikasi asli dari merek populer tetapi dengan sentuhan malware.
[Gambas:Video CNN]
Malware Teabot bisa kendalikan hp jarak jauh
Dilansir dari Bitdefender, TeaBot atau Anatsa dan mekanisme kerjanya telah diketahui. Menurut laporan analisis awal, malware dapat melakukan serangan overlay melalui Layanan Aksesibilitas Android, mencegat pesan, melakukan berbagai aktivitas keylogging, mencuri kode Otentikasi Google, dan bahkan mengambil kendali jarak jauh dari perangkat Android.
Penjahat siber menyebarkan malware dengan cara meniru aplikasi berperingkat teratas, mereka berharap setidaknya beberapa pengguna akan mengunduh dan menginstal aplikasi versi tiruan mereka.
Aplikasi palsu yang menampung muatan Teabot didasarkan pada aplikasi populer yang berada di Google Play, beberapa dengan unduhan lebih dari 50 juta. Tidak mengherankan jika para penjahat mencoba mengambil keuntungan dengan "nebeng" popularitas mereka.
Malware Flubot bisa curi uang
Malware ini kerap menggunakan SMS untuk menyerang korban. FluBot adalah varian trojan perbankan yang tidak serumit TeaBot. Malware ini mencuri informasi perbankan, kontak, SMS, dan data pribadi lain dari HP yang terinfeksi.
Selain itu, trojan ini juga beredar di PlayStore dengan menyamar sebagai aplikasi palsu berikut:
- DHL Express Mobile (lebih dari 1 juta instal)
- FedEx Mobile (lebih dari 5 juta instal)
- Correos (lebih dari 500 ribu instal)
Daftar Aplikasi Palsu yang Curi Data dan Uang Korban
Daftar aplikasi Android palsu yang sangat mirip dengan asli dan kerap dipakai untuk curi data dan uang korban. (dok. Eka Santhika)
Awal kampanye aplikasi Android palsu ini dimulai pada awal Desember 2020, lebih awal dari yang diidentifikasi sebelumnya. Berikut sejumlah daftarnya:
Kaspersky: Free Antivirus (Versi Terinfeksi)
Penjahat siber "nebeng" ketenaran Kaspersky dengan membuat aplikasi dengna nama yang sangat mirip dengan Kaspersky asli yang seharusnya bernama Kaspersky Antivirus: Security, Virus Cleaner.
VLC MediaPlayer (Versi Terinfeksi)
Mereka juga meniru salah satu aplikasi pemutar multimedia populer yang semestinya bernama VLC for Android.
Uplift: Health and Wellness App (Versi Terinfeksi)
Aplikasi palsu ini punya nama yang sama persis dengan aplikasi asli: Uplift: Health and Wellness App. Namun keduanya berbeda ikon.
BookReader (Versi Terinfeksi)
Aplikasi palsu ini berusaha meniru aplikasi asli yang bernama Bookmate: Read Books & Listen to Audiobooks.
PlutoTV (Versi Terinfeksi)
Aplikasi ini juga berusaha meniru aplikasi resmi yang berjudul Pluto TV - It's Free TV.
[Gambas:Photo CNN]