Jakarta, CNN Indonesia -- Beberapa pihak yang telah lama mengadopsi metaverse mengeritik rebranding Facebook, dan menuding penggantian nama hanya sebagai upaya untuk memanfaatkan konsep yang bukan berasal dari pemikirannya.
Istilah metaverse kini menjadi kata kunci teknologi tahun ini, dengan perusahaan dan investor tertarik untuk menjadi bagian dari bagian besar berikutnya.
"Mereka pada dasarnya mencoba membangun apa yang telah kami bangun selama bertahun-tahun, tetapi mengubahnya menjadi milik mereka sendiri," kata Ryan Kappel pada Reuters, warga Amerika yang lebih dari dua tahun menyelenggarakan metaverse.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perubahan nama Facebook menjadi Meta dan membangun dunia digitalnya sendiri, telah diumumkan pada Kamis lalu.
Nantinya pengguna dapat menjelajahi dunia maya, sebagai avatar, bertemu teman, dan bermain game. Unit bisnis yang berbasis di blockchain juga memungkinkan pengguna untuk membangun real estat virtual.
"Saya pikir Facebook telah membuat perubahan nama awal ini untuk mengamankan merek dagang baru secara legal sesegera mungkin karena lebih banyak brand yang tertarik," kata seorang investor crypto yang berbasis di Inggris Pranksy.
Investor tersebut yang mengatakan bahwa dia pertama kali membeli real estat di dunia maya sekitar awal 2020.
Artur Sychov, yang mendirikan metaverse Somnium Space pada 2017 mengatakan pengumuman perubahan merek oleh CEO Facebook Mark Zuckerberg terkesan terburu-buru.
Ia mengatakan Facebook seperti mencoba memasukkan diri mereka ke dalam narasi metaverse yang sedang terjadi saat ini.
Sychov menghabiskan lima jam sehari di Somnium Space bersama dengan seribu hingga 2 ribu pengguna harian.
Kepala Komunikasi di salah satu organisasi yang menjalankan dunia virtual Decentraland, Dave Carr mengatakan langkah Facebook mungkin mendapat perlawanan dari pengguna metaverse yang mewaspadai kontrol atas konten.
"Orang-orang ingin menentukan masa depan dunia maya yang mereka huni, mempertahankan kepemilikan hasil kreatif mereka dan bergerak bebas di antara mereka akan memilih versi terdesentralisasi," katanya,
Decentraland, didirikan pada tahun 2017 dengan sekitar 7 ribu pengguna harian, dan merupakan alternatif platform media sosial saat ini, yang kerap menjual data pengguna dan mengontrol konten yang dilihat pengguna.
Banyak platform metaverse yang ada didasari pada teknologi blockchain yangtak banyak campur tangan perusahaanpenyedia.
Blockchain adalah bentuk baru yang mendasari adanya cryptocurrency. Di dunia maya banyak orang menggunakan cryptocurrency untuk membeli tanah dan objek digital lainnya dalam bentuk non-fungible token (NFT)
Namun, reaksi dari pengadopsian metaverse oleh Facebook tak semuanya berpandangan negatif.
Testimoni negatif mantan bawahan Zuckerberg di halaman berikutnya..
Zuckerberg Diminta Mundur oleh Mantan Pegawai
Metaverse jadi mimpi baru dari Meta milik Mark Zuckerberg (Foto: AFP/KIRILL KUDRYAVTSEV)
Beberapa pihak mengatakan masuknya Facebook dapat meningkatkan minat pada konsep dunia virtual secara umum, menarik lebih banyak pengguna dan mendukung pengembangan beberapa dunia virtual.
Meski demikian salah satu pendiri perusahaan NFT nft42 dan pengguna metaverse sejak 2018, Tristan Littlefield mengatakan reaksi awal ketika mendengar pengumuman Facebook itu adalah negatif karena dia tidak menyukai penjualan data pengguna.
Dengan diadopsinya dunia virtual itu oleh Facebook dengan membuang uang miliaran dollar, bisa mendorong banyak pengguna untuk bergabung.
"Raksasa seperti Facebook masuk dan hanya membuang miliaran dolar bisa menjadi hal yang positif, karena orang-orang baru yang akan dibawanya ke luar angkasa," katanya.
Di samping itu salah satu mantan pegawai Facebook, Frances Haugen dilaporkan mendesak bos Facebook, Mark Zuckerberg untuk mundur dan mengizinkan adanya perubahan untuk mengubah citra perusahaan.
Dalam pidato publik pertamanya sejak ia membocorkan dokumen tentang cara kerja Facebook, Haugen mendesak Zuckerberg untuk mundur dari jabatannya saat ini.
"Saya pikir tidak mungkin perusahaan akan berubah jika [Mark Zuckerberg] tetap menjadi CEO," kata Haugen pada malam pembukaan Web Summit, di Lisbon, Portugal.
Mantan manajer produk Facebook itu menambahkan, mungkin ini adalah kesempatan bagi orang lain untuk mengambil kendali. Facebook akan lebih kuat dengan seseorang yang bersedia untuk fokus pada keselamatan.
Dengan adanya rebranding yang dilakukan oleh Facebook pada Kamis lalu itu, Haugen mengatakan hal itu tidak masuk akal mengingat masalah keamanan Facebook yang belum ditangani.
"Berkali-kali Facebook memilih ekspansi area baru alih-alih berpegang teguh pada apa yang telah mereka lakukan," kata Haugen seperti dikutip Reuters.