Deret Misi Astronaut 'Selamatkan' Bumi dari Hantaman Asteroid

CNN Indonesia
Selasa, 07 Dec 2021 14:09 WIB
Berbagai ilmuwan antariksa berlomba menciptakan strategi menyelamatkan bumi dari potensi hantaman asteroid dan benda luar angkasa berbahaya. Ilustrasi. (Foto: iStockphoto/ratpack223)
Jakarta, CNN Indonesia --

Berbagai asteroid dengan berbagai ukuran mulai dari sedang hingga raksasa sempat mendekati Bumi sepanjang 2021. Deretan asteroid itu masuk dalam objek berpotensi membahayakan atau Potential Hazardous Object (PHO).

Asteroid menjadi benda langit yang mengundang perhatian banyak pihak untuk diidentifikasi mulai dari material, pergerakannya di angkasa, sampai asal usul asteroid.

Namun di balik itu, asteroid juga berpotensi mengancam keselamatan manusia di bumi. Berdasarkan catatan sejarah, hantaman asteroid jutaan tahun lalu telah menjadi faktor utama hilangnya peradaban dinosaurus.


Berbagai peneliti dan ilmuwan antariksa di dunia pun berlomba-lomba menciptakan strategi dan misi guna menyelamatkan bumi dari potensi ancaman asteroid dan benda luar angkasa lainnya yang berpotensi mengancam peradaban manusia.

Berikut beberapa teori para ilmuwan soal misi menyelamatkan bumi dari benda-benda yang membahayakan di luar angkasa.

Perangkat Lunak NASA

Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA, memiliki beberapa pengembangan teknologi untuk memantau hingga mengendalikan asteroid dan benda asing lainnya yang berpotensi tabrak Bumi.

Badan Laboratorium Jet Propulsion Laboratory (JPL) NASA mengatakan pihaknya memiliki perangkat lunak yang memungkinkan analisis yang lebih akurat soal potensi ancaman yang ditimbulkan oleh asteroid.

Para astronom NASA mengatakan bahwa mereka telah memperbarui perangkat lunak mereka itu yang disebut Sentry menjadi Sentry-II.

Sentry-II bisa mengevaluasi kemungkinan dampak asteroid dekat Bumi (NEA) dengan lebih baik.

NASA mengatakan hingga saat ini, hampir 28.000 NEA telah ditemukan oleh teleskop yang terus-menerus memindai benda di luar angkasa. Hal itu menghasilkan sekitar 3.000 penemuan baru per tahun.

Tetapi dengan teknologi yang lebih baik dan teleskop yang lebih baru, jumlah temuan tersebut diperkirakan akan berlipat ganda, dan memerlukan pembaruan perangkat lunak.

Asteroid merupakan benda langit yang sangat dapat diprediksi yang mematuhi hukum fisika dan mengikuti jalur orbit yang dapat diketahui karena mengelilingi Matahari.

Dengan perilaku itu, jalur dan posisi asteroid terutama yang bergerak di dekat orbit Bumi dapat diketahui.

Insinyur navigasi Javier Roa Vicens, yang memimpin pengembangan Sentry-II, mengatakan generasi pertama Sentry dinilai 'sangat mampu' deteksi asteroid.

Dia mengatakan bahwa dalam waktu kurang dari satu jam, Sentry bisa mendeteksi dampak asteroid yang baru ditemukan selama 100 tahun ke depan.

Sementara itu, dikutip VOA, perangkat lunak Sentry-II juga dapat dengan cepat menghitung probabilitas dampak untuk NEA yang diketahui, termasuk beberapa kasus khusus yang tidak ditangkap oleh Sentry.

Misalnya, dalam prediksi hitungan mempertimbangkan bagaimana panas Matahari dan gravitasi Bumi memengaruhi lintasan asteroid.

Sejak 2002, Center for Near Earth Object Studies (CNEOS) yang dikelola JPL di California Selatan, Amerika Serikat, telah menghitung setiap orbit NEA yang diketahui memiliki potensi dan dampak berbahaya untuk mendukung operasi Kantor Koordinasi Pertahanan Planet NASA.

Lubang Kunci Asteroid

Dalam berbagai film, asteroid yang akan menabrak bumi biasanya akan mengejutkan manusia di menit-menit terakhir.

Pada April 2019 silam, NASA mengatakan hal tersebut memang terjadi di dunia nyata.

Sebagian besar objek besar di lingkungan Bumi sudah diawasi dengan ketat, maka manusia bisa mendapatkan banyak peringatan sebelum asteroid menabrak Bumi.

Para astronom menyaksikan asteroid-asteroid ini ketika mereka mendekati Bumi untuk melihat apakah kemungkinan akan melewati salah satu dari 'lubang kunci'.

Setiap asteroid, terutama yang mengancam bumi, memiliki jalur dan orbitnya sendiri.

Di sepanjang jalur itu, asteroid memiliki 'lubang kunci' saat berada di dekat Bumi. Lubang-lubang kunci itu adalah wilayah ruang yang harus dilaluinya untuk berakhir di jalur tabrakan selama pendekatan ke Bumi.

Waktu termudah untuk menghentikan asteroid menabrak Bumi adalah sebelum menyentuh salah satu lubang kunci itu. Hal ini akan menjaga objek tetap berada jalur awal untuk menabrak Bumi.

Taktik manusia cegah asteroid mendekat dan tabrak bumi, baca di halaman berikutnya >>>

Teknik Hancurkan dan Ubah Lintasan Asteroid

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER