Bisnis Sewa Ponsel Targetkan Konsumen yang Ingin Eksis di Medsos

CNN Indonesia
Rabu, 08 Dec 2021 06:18 WIB
Salah satu pebisnis yang mengeruk keuntungan yakni Jakartaberkamera, yang sebelumnya menyewakan kamera namun kini merambah ke sewa ponsel. Ilustrasi bisnis sewa ponsel. (Foto: iStock/gorodenkoff)
Jakarta, CNN Indonesia --

Bisnis sewa ponsel sudah pernah ada di beberapa negara sejak beberapa tahun lalu seperti China, India. Di Indonesia bisnis model ini cukup diincar sejumlah konsumen yang mendambakan ponsel berperforma lebih.

Salah satu pebisnis yang mengeruk keuntungan yakni Jakartaberkamera, yang sebelumnya menyewakan kamera namun kini merambah ke sewa ponsel.

"Awal-awal sih followers saya merasa aneh, emang iya disewain? Tapi lama-kelamaan makin tinggi peminatnya," ujar Haris, Pemilik Jakartaberkamera kepada CNN Indonesia TV.


Haris menyebut bisnis sewa ini tumbuh karena tren live sedang marak di media sosial.

"Sekarang kan zamannya live, live Instagram, live Facebook, nah itu kan perlu HP, rata-rata seperti itu sekarang trennya," katanya.

Bisnis sewa ponsel yang dilakukan Jakartaberkamera rata-rata mengeluarkan tiga hingga lima unit pada akhir pekan.

Syaratnya untuk sewa di Jakartaberkamera terbilang cukup mudah. Penyewa hanya perlu mengisi data diri dan tujuan sewa.

Jika lolos verifikasi, penyewa dapat langsung membawa ponselnya dengan memberikan kartu tanda penduduk (KTP) sebagai jaminan dan membayar tarif sesuai dengan tipe iPhone yang disewa.

Harga sewa iPhone di tempat ini bervariasi mulai dari Rp150 ribu hingga Rp400 ribu per hari, tergantung dari tipe iPhone yang disewa. Harga paling rendah diberikan untuk iPhone X, sedangkan harga paling tinggi diberikan untuk tipe yang lebih baru, iPhone 12.

Di negara lain, praktik penyewaan ponsel telah tumbuh sejak beberapa tahun lalu, salah satunya di China. Dengan konsep yang agak berbeda, China menyewakan ponsel pintar dengan durasi jam.

Konsep ini disebut untuk memfasilitasi anak-anak yang ingin bermain game. Hal ini memiliki kemiripan dengan apa yang kita kenal dengan warnet atau warung internet, usaha penyewaan unit komputer berjaringan internet yang sempat ramai pada masanya.

Konsep 'warung ponsel' ini disebut menjamur pada 2018 di kota Nanchang dan Jiujiang, provinsi Jiangxi, terutama di sekitar kawasan sekolah.

Tarif yang dikenakan untuk penyewaan ponsel selama satu jam adalah 1 yuan atau sekitar Rp2 ribu, seperti dilansir dari The Paper.

Selain China, India juga menjadi salah satu negara yang memiliki praktik sewa ponsel. Di India, ponsel yang disewakan sama dengan jenis ponsel yang saat ini ramai disewakan di Indonesia, yakni iPhone.

RentoMojo, sebuah perusahaan yang berbasis di Bangalore menyewakan furnitur, peralatan olahraga, iPhone, dan perangkat rumah pintar seperti Google Home dan Amazon Echo.

"Menyewa smartphone sangat cocok untuk anak muda karena mereka dapat terus menggunakan ponsel terbaru dengan harga lebih murah tanpa menghabiskan uang mereka," ujar Geetans Bamania, pendiri RentoMojo, seperti dikutip dari News18.

(lnn/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER