130 Ribu Akun Aplikasi Line Pay Bocor, Perusahaan Minta Maaf

M. Ikhsan | CNN Indonesia
Rabu, 08 Dec 2021 18:53 WIB
Aplikasi Line Pay di Jepang diduga mengalami kebocoran. Sebanyak 130 ribu akun mengalami kebocoran data. Ilustrasi aplikasi Line Pay bocor. (Foto: iStockphoto/samxmeg)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekitar 130 ribu akun aplikasi Line Pay mengalami kebocoran. Kasus kebocoran data ini dilaporkan menimpa sejumlah pengguna Line di Jepang dan Taiwan.

Line menyebut data dari pengguna layanan pembayaran bernama Line Pay ini telah terekspos di internet selama lebih dari dua bulan hingga akhir November.

Dilansir dari The Register, informasi yang mencakup lebih dari 51 ribu pengguna Jepang dan hampir 82 ribu pengguna Taiwan dan Thailand diakses 11 kali selama sepuluh minggu tersedia secara online.


Line Pay mengatakan pada hari Senin bahwa informasi yang secara tidak sengaja diunggah oleh perusahaan grupnya, yang dapat dilihat antara 12 September dan 24 November, termasuk jumlah pembayaran, tanggal dan waktu selama kampanye promosi yang diadakan dari Desember 2020 hingga April 2021, tetapi tidak termasuk data seperti pengguna nama, alamat atau nomor kartu kredit.

Meskipun sejauh ini tidak ada dampak buruk dari kebocoran informasi yang dilaporkan, namun dimungkinkan untuk mengidentifikasi pengguna melalui analisis khusus, kata Line Pay.

Perusahaan mengatakan telah mengkonfirmasi 11 contoh informasi diakses secara eksternal dan memperingatkan pengguna bahwa mereka dapat menerima pesan mencurigakan dari penipu potensial, seperti dikutip dari Japan Today.

"Kami meminta maaf karena menyebabkan masalah dan kekhawatiran besar," kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan.

Line Pay sendiri memungkinkan pengguna untuk saling mengirim uang, melakukan pembelian online, atau membayar di toko dan restoran.

(lnn/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER