Studi: Tiga Dosis Vaksin untuk Lawan Varian Omicron

M. Ikhsan | CNN Indonesia
Rabu, 08 Dec 2021 20:34 WIB
Sampel dari sejumlah orang yang telah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 rata-rata mengalami penurunan lebih dari 25 kali lipat terhadap varian Omicron. Ilustrasi varian omicron. (Foto: REUTERS/DADO RUVIC)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pfizer bereaksi dengan kemunculan virus corona varian omicron. Menurut para ahli Pfizer, tiga dosis dibutuhkan untuk melawan virus varian omicron.

Hal tersebut berdasarkan studi laboratorium awal yang menunjukkan dua dosis vaksin mungkin Pfizer/BioNTech tidak memberikan perlindungan yang cukup terhadap Omicron, namun tiga dosis dapat menimbulkan reaksi imun lebih baik.

Sampel dari sejumlah orang yang telah mendapatkan dua dosis vaksin Covid-19 rata-rata mengalami penurunan lebih dari 25 kali lipat dalam kemampuan netralisasi terhadap varian Omicron daripada virus sebelumnya.


"Ini menunjukkan bahwa dua dosis BNT162b2 mungkin tidak cukup untuk melindungi dari infeksi varian Omicron," kata perusahaan.

Meski demikian Pfizer mengatakan dua dosis vaksin masih dapat mengurangi sakit parah akibat terpapar virus corona.

"Meskipun dua dosis vaksin mungkin masih menawarkan perlindungan dari penyakit parah yang disebabkan omicron, jelas dari data awal ini bahwa perlindungan dapat ditingkatkan dengan dosis ketiga dari vaksin," kata Ketua dan CEO Pfizer Albert Bourla dalam sebuah pernyataan.

"Memastikan sebanyak mungkin orang divaksinasi sepenuhnya dengan dua seri dosis pertama dan booster tetap merupakan tindakan terbaik untuk mencegah penyebaran covid-19," tambahnya.

Studi laboratorium awal menggunakan serum dari darah individu yang telah menerima dua atau tiga dosis vaksin Pfizer/BioNTech Covid-19. Serum tersebut dikumpulkan dari subjek tiga minggu setelah dosis kedua, atau satu bulan setelah dosis ketiga.

Pfizer dan BioNTech disebut terus mengembangkan vaksin khusus untuk varian Omicron dan mengatakan itu akan tersedia pada bulan Maret.

Data dari penelitian yang dirilis pada Rabu (8/12) ini diakui belum ditinjau oleh sejawat.

Sebelumnya, sebuah studi dari peneliti di Afrika Selatan menunjukkan sebagian virus corona varian omicron dapat melewati perlindungan yang ditawarkan oleh vaksin Pfizer.

Kemudian studi tersebut juga menunjukkan bahwa orang yang pernah terinfeksi virus corona dan mendapatkan vaksinasi cenderung memiliki perlindungan lebih baik.

Ketua tim studi Alex Sigal dari Africa Health Research Institute di Durban menyakini suntikan booster akan dapat meningkatkan perlindungan.

"Menurut saya kalau Anda mendapat booster maka Anda terlindungi, terutama dari penyakit berat," kata Sigal.

Kemudian Sigal juga mengatakan bahwa sejumlah penelitian tentang proteksi imun terhadap varian covid-19 telah menunjukkan bahwa vaksin membentuk sistem imun yang sangat kuat.

Dikutip dari CNN. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS juga mulai merekomendasikan orang dewasa untuk mendapatkan booster vaksin covid-19.

Rekomendasi booster tersebut diberikan kepada orang dewasa yang telah mendapatkan vaksin Pfizer atau Moderna dosis kedua. Dan booster tersebut bisa mereka terima berselang enam bulan dari waktu vaksin dosis kedua didapatkan.

Kemudian rekomendasi booster juga diberikan pada penerima vaksin satu dosis Johnson & Johnson. Mereka disebut bisa mendapatkan booster vaksin apapun dua bulan setelah dosis pertama.

(lnn/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER