Cara Hapus Data 'Others' Penyebab Ponsel Android Lemot

CNN Indonesia
Senin, 27 Des 2021 07:47 WIB
Data dimasukkan sistem Android pada kategori 'Others' lantaran tidak termasuk dalam kategori yang sudah ada seperti Aplikasi, Games, Gambar, Video. Ilustrasi ponsel Android. (smalox/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pengguna disarankan segera menghapus file 'Others' untuk menghindari ponsel Android menjadi lemot. Ruang penyimpanan menjadi salah satu elemen penting yang harus dikontrol agar performa ponsel tetap optimal.

Sistem manajemen memori ponsel Android mengategorikan penggunaan memori berdasarkan jenis datanya, mulai dari Aplikasi, Games, Gambar, Video, Dokumen, hingga Others atau lain-lain.

File yang masuk ke dalam kategori Others merupakan kumpulan file yang tidak secara spesifik masuk dalam kategori yang telah ada. Kemudian file-file yang dimasukkan ke Others terkadang adalah file yang sudah tidak dibutuhkan.


Cara Membersihkan Others

Pengguna bisa membersihkan file yang termasuk kategori 'Others' dengan dua cara, yakni langsung dari perangkat atau menggunakan bantuan aplikasi pihak ketiga.

Untuk menghapus langsung dari perangkat, berikut caranya:

1. Buka Settings atau Pengaturan.

2. Pilih Storage, berada di bawah Device Care pada ponsel Samsung.

3. Dalam daftar akan terdapat opsi penyimpanan 'Others' beserta ruang yang dikonsumsi.

5. Pilih Others

6. Klik Clean Up

Sebagai catatan, tampilan pada setiap ponsel mungkin saja berbeda tergantung jenis ponsel dan versi sistem operasi yang digunakan.

Dilansir dari Nerndschalk, untuk menggunakan aplikasi pihak ketiga, pengguna dapat memakai aplikasi seperti Amaze File Manager, Ghost Commander, Disk Usage, Storage Analyzer & Disk Usage, dan File Manager untuk memudahkan proses 'pembersihan.

Temporary Data dan cache

Aplikasi, permainan, dan halaman web pengguna selalu terhubung ke web, dan mengunduh data dalam jumlah besar dalam format teks, gambar, serta video.

Iklan, file pengguna, konten, dan beberapa hal lainnya dapat termasuk ke dalam proses tersebut.

Perkembangan teknologi ponsel Android membuat data-data yang tidak diperlukan dibersihkan secara otomatis untuk menjaga memori penyimpanan ponsel tetap lapang.

Namun terkadang data tersebut disimpan, seperti pada peramban web. Jika pengguna tidak menghapus konten web, penyimpanan pada peramban akan cepat penuh oleh data-data semacam ini.

Dan jika pengguna memeriksa manajemen penyimpanan ponsel di bagian Pengaturan, masing-masing temporary data dan data cache ini akan muncul sebagai 'Others'.

Kegagalan back up

Google dan beberapa penyedia layanan penyimpanan cloud memungkinkan pengguna memilih mencadangkan konten ponsel pintar ke cloud.

Melakukan sinkronisasi aplikasi ponsel Android ke cloud memiliki sejumlah manfaat, di antaranya pengguna akan memiliki salinan data meskipun telah menghapusnya atau ketika ponsel rusak dan memori tidak dapat diakses.

Menyimpan kata sandi, backup file aplikasi, ruang disk kosong, file sharing, dan fitur lainnya dapat dilakukan melalui penyedia cloud.

Akan tetapi, upgrade harian dan beberapa fungsi lain dapat menyebabkan layanan tersebut tidak berfungsi dengan baik.

Meski sebagian besar hal semacam ini dapat segera diselesaikan, kemungkinan proses backup gagal di ponsel pengguna dan file tidak diterima oleh layanan backup bisa saja terjadi, seperti dilansir dari Fixwill.

Data aplikasi

Data aplikasi disebut menjadi penyebab paling umum dari penuhnya file dalam kategori Others. Data aplikasi ini umumnya mencakup file unduhan, file cadangan server, patch OTA yang gagal, dan banyak lagi.

Selain itu, aplikasi streaming terkadang tidak berjalan dengan baik dan meninggalkan data cache yang akhirnya memenuhi ruang penyimpanan ponsel Android.

(lnn/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER