Studi di Afsel Sebut Omicron 'Gantikan' Delta di Dalam Tubuh

Reuters | CNN Indonesia
Rabu, 29 Dec 2021 19:00 WIB
Sebuah penelitian menyebut bahwa Omicron dalam tubuh mampu menggantikan dan jadi antibodi dari varian Delta. Ilustrasi. Sebuah penelitian menyebut bahwa Omicron dalam tubuh mampu menggantikan dan jadi antibodi dari varian Delta. (Foto: AP/Jerome Delay)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekelompok ilmuwan di Afrika Selatan menyebut varian Corona Omicron dalam tubuh dapat menggantikan varian Delta pada individu yang sama.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa infeksi Omicron pada seseorang dapat meningkatkan kekebalan pada gejala yang ditimbulkan varian Delta di dalam tubuh manusia.

Studi tersebut dilakukan dalam skala kecil, dan belum ditinjau oleh ilmuwan lainnya di luar tim.


Penelitian tersebut melibatkan 33 orang yang pernah terjangkit Omicron di Afrika Selatan, baik yang divaksinasi dan belum divaksinasi.

Para ilmuwan dalam penelitian tersebut menemukan bahwa netralisasi Omicron meningkat 14 kali lipat selama 14 hari setelah infeksi, mereka juga menemukan bahwa ada peningkatan 4,4 kali lipat dalam netralisasi varian Delta.

"Peningkatan kekebalan varian Delta pada individu yang terinfeksi Omicron dapat mengakibatkan penurunan kemampuan Delta untuk menginfeksi kembali individu tersebut," tulis laporan penelitiannya.

Penelitian menyebut bahwa Omicron dapat menggantikan Delta di dalam tubuh, alias membasminya dari dalam individu tertentu.

"Ini (Omicron) akan membantu mendorong Delta keluar," tertulis di sana.

Sementara itu, penelitian sebelumnya menyebut penurunan risiko rawat inap dan penyakit parah pada orang yang terinfeksi Omicron dibandingkan dengan varian Delta.

Omicron sendiri 'akrab' dengan Afrika Selatan. Negara tersebut menjadi episentrum pertama alias negara asal varian Corona tersebut.

Varian Omicron terdeteksi pertama kali di Afrika Selatan awal November lalu. Kini, penyebaran Omicron telah sampai puluhan negara di dunia, termasuk di Indonesia.

Hingga Rabu (29/12), penyebaran Omicron di Indonesia telah terhitung 68 kasus.

(Reuters/fjr)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER