Ulasan Sains Sebab Kematian Massal Ikan di Danau Maninjau

can | CNN Indonesia
Rabu, 05 Jan 2022 08:30 WIB
Secara mendasar, kematian ikan merupakan dampak dari menipisnya kandungan oksigen di dalam air. Secara mendasar, kematian ikan merupakan dampak dari menipisnya kandungan oksigen di dalam air. (Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pusat Riset Limnologi di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menjelaskan penyebab kematian massal ikan di Danau Maninjau, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.

Peneliti Pusat Riset Limnologi BRIN, Fauzan Ali menyebut kematian ikan merupakan dampak dari menipisnya kandungan oksigen di dalam air.

"Oksigen itu tidak cukup lagi untuk menghidupi alga yang tumbuh di danau. Jadi bisa nol oksigenya. Akhirnya (ikan-ikan) mati," ujar Fauzan kepada CNNIndonesia.com lewat sambungan telepon, Selasa (4/1) malam.


Fauzan menyebut banyak alga dan plankton yang hidup di dasar danau tersebut. Walhasil, kedua makhluk tersebut membutuhkan oksigen, terutama pada malam hari.

Minimnya kandungan oksigen dalam air di Danau Maninjau bukan tanpa alasan. Fauzan menjelaskan hal itu dipengaruhi maraknya pertumbuhan keramba jaring apung di wilayah danau.

Limbah dari pakan ikan yang jatuh ke permukaan air juga disebut turut menjadi faktor minimnya oksigen di dalam air. Ia menjelaskan ada proses mikrobiologi untuk mengurai sisa pakan ikan.

Proses tersebut dijelaskan Fauzan membutuhkan oksigen di dalam air, untuk mengurai sisa makanan dan kotoran menjadi amoniak, lalu dilepaskan ke permukaan air.

Dengan demikian, kandungan oksigen di dalam danau kian habis karena ekosistem di dalam air saling berebut oksigen. Tak ayal, ikan yang ada di karamba tidak kebagian oksigan dan berakhir mati.

Selain itu Fauzan juga menduga ada proses keluarnya kandungan gas alam yang masih terjadi di dalam danau, lantaran Danau Maninjau terbuat dari aktivitas vulkanik gunung api.

"Secara alamiah danau maninjau mengeluarkan belerang karena terbentuk oleh gunung berapi. Walaupun gunung api tidak aktif lagi tapi sisanya masih ada dan proses pengeluran gas juga masih ada," ujar Fauzan.

Ada andil manusia? Simak di halaman berikutnya..

Aktvitas Manusia

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER