Fenomena Nadir Ka'bah 14 Januari, Saatnya Koreksi Arah Kiblat

M. Ikhsan | CNN Indonesia
Kamis, 13 Jan 2022 19:03 WIB
Fenomena Nadir Ka'bah dapat dimanfaatkan untuk meluruskan arah kiblat untuk wilayah yang terkena ketika Matahari berada di atas ufuk. Fenomena nadir Ka'bah akan terjadi pada Jumat, 14 Januari 2022. (Foto: ANTARA FOTO/Ismar Patrizki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena Nadir Ka'bah akan terjadi pada Jumat, 14 Januari 2022. Fenomena ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan koreksi arah kiblat.

Nadir Kabah merupakan fenomena astronomis ketika Matahari berada tepat di nadir (titik terbawah) saat tengah malam di lokasi Ka'bah, yaitu Mekkah, Arab Saudi.

Kemudian karena bentuk Bumi yang bulat, maka Matahari akan berada tepat di atas titik antipode Ka'bah (titik yang terletak di belahan Bumi yang berlawanan terhadap Ka'bah) ketika tengah hari. Sehingga, ujung bayangan Matahari yang mengalami pagi, siang dan sore akan mengarah ke kiblat.


Fenomena Nadir Ka'bah dapat dimanfaatkan untuk meluruskan arah kiblat. Namun, atur ulang arah kiblat hanya dapat digunakan di wilayah yang terkena ketika Matahari berada di atas ufuk.

Dilansir dari situs Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) BRIN, fenomena nadir Ka'bah berlangsung dua kali dalam setahun.

Pada 2022, fenomena ini terjadi pada 14 Januari pukul 00.29.30 Waktu Arab Saudi (06.29.30 WIT) dan terjadi kembali pada 29 November pukul 00.08.45 Waktu Arab Saudi (06.08.45 WIT).

Penggunaan Nadir Kabah dalam mengoreksi arah kiblat hanya dapat digunakan bagi wilayah dengan posisi Matahari berada di atas ufuk.

Beberapa wilayah tersebut adalah Propinsi Maluku (kecuali Pulau Buru), Propinsi Papua Barat, Propinsi Papua, Timor Leste (kecuali distrik Oecussi), Papua Nugini, Selandia Baru, sebagian besar Australia, negara-negara di Oseania, Amerika Serikat, sebagian besar Kanada, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.

Untuk melakukan koreksi arah kiblat, Anda perlu memastikan beberapa hal sebelum melakukan pengukuran.

Pertama, tegak lurus atau posisi tongkat maupun bandul diletakkan tegak lurus ke permukaan Bumi. Kedua, rata atau tempat meletakkan benda maupun jatuhnya bayangan Matahari harus rata.

Ketiga dan terakhir adalah tepat waktu, artinya penunjuk waktu harus terkalibrasi dengan baik dan pengukuran dilakukan pada waktu yang ditentukan.

Pengukuran untuk koreksi arah kiblat dapat dilakukan 40 menit sebelum dan sesudah waktu yang ditentukan dengan toleransi setengah menit jika cuaca kurang mendukung.

(lnn/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER