Wanita Dilarang Petik Bunga Penis Langka di Kamboja, Berikut Bahayanya

CNN Indonesia
Sabtu, 21 Mei 2022 02:49 WIB
Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja meminta supaya masyarakat meninggalkan tanaman langka tersebut. Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja melarang wanita di negara tersebut untuk memetik tanaman karnivora langka yang bentuknya menyerupai penis (AFP PHOTO / TANG CHHIN Sothy)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja melarang wanita di negara tersebut untuk memetik tanaman karnivora langka yang bentuknya menyerupai penis.

Dilansir Live Science, Kementerian Lingkungan Hidup Kamboja membagikan gambar tiga wanita yang sedang berpose mengambil tanaman langka yang dikenal dengan nama kantong semar di Facebook.

Situs berita Kamboja, Khmer Times melaporkan pihak kementerian kemudian meminta supaya masyarakat meninggalkan tanaman langka tersebut.


"Apa yang mereka lakukan itu salah dan tolong jangan lakukan itu lagi ke depannya. Terima kasih telah mencintai tanaman, tapi jangan dipetik sia-sia," kata Kementerian Lingkungan pada unggahannya di Facebook pada 11 Mei.

Menurut Newsflare, unggahan Kementerian Lingkungan Kamboja itu dibuat untuk menanggapi video yang menunjukkan para wanita sedang memetik tanaman.

Akan tetapi, ini bukan pertama kalinya pemerintah mengeluarkan peringatan untuk tidak merusak tanaman phallic dan fotogenik. Sebelumnya, melalui sebuah pernyataan pada Juli 2021, pejabat senior di kementerian meminta wisatawan untuk tidak memetik tanaman langka tersebut karena dapat mendorong kepunahan tumbuhan.

Beberapa situs berita telah melaporkan, tanaman yang bentuknya menyerupai penis memiliki nama ilmiah Nepenthes holdenii yang merupakan kerabat dekat dengan Nepenthes bokorensis. N. holdenii dan N. bokorensis serupa dalam penampilan, namun N. holdenii adalah spesies yang lebih langka dan hanya sedikit peneliti yang tahu di mana bisa menemukannya.

"Tanaman saya [N. holdenii] tumbuh di beberapa lokasi rahasia di Pegunungan Cardamom di Barat Daya Kamboja," kata Jeremy Holden, fotografer sekaligus penemu pertama tanaman tersebut.

Tanaman Nepenthes bertahan hidup di tanah bernutrisi rendah dengan menjadikan serangga hidup sebagai makanan mereka dengan menggunakan nektar dan aroma manis untuk menarik mangsa.

"Ketika Anda mencium kendi bokorensis, baunya manis, seperti permen," ujar Francois Mey, ilustrator botani yang memisahkan kedua jenis tanaman itu.

Serangga memakan nektar di sekitar mulut daun tanaman yang dimodifikasi menyerupai kantong ketika dewasa. Ketika serangga jatuh ke dalam kantong, mereka tenggelam dalam cairan pencernaan dan tanaman yang lapar menyerap nutrisi mereka.

Menurut Studi Tahun 2021 di Jurnal Sejarah Alam Kamboja, Habitat alami tanaman karnivora ini di Kamboja telah menurun karena ekspansi pertanian di lahan pribadi dan pertumbuhan industri pariwisata menjadi kawasan lindung, menurut sebuah studi tahun 2021 di Camboduan Journal of Natural History.

Menurut ahli botani memetik bunga penis itu bisa mengancam habitat tanaman, karena kantongnya dibutuhkan untuk menyimpan makanan.

"Kalau orang tertarik, meski lucu-lucuan, untuk berpose, berswafoto dengan tanaman, tidak apa-apa. Hanya saja, jangan memetik kantong bunga tanaman karena tanaman tersebut membutuhkan kantong tersebut untuk diberi makan," jelas Mey.

(ttf/mik)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER