BMKG Ungkap Penyebab Jabodetabek Kerap Hujan Sore-Malam

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jun 2022 05:55 WIB
Hujan sore hingga malam hari yang melanda Indonesia dijelaskan BMKG karena labibilitas atmosfer hingga menyebabkan awan cumulunimbus. Hujan sore hingga malam hari yang melanda Indonesia dijelaskan BMKG karena labibilitas atmosfer hingga menyebabkan awan cumulunimbus. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisikan (BMKG) mengungkapkan penyebab sejumlah wilayah Jabodetabek dilanda hujan saat sore hingga malam hari.

Ida Pramuwardhani, Sub koordinator bidang prediksi cuaca BMKG, mengatakan labilitas atmosfer karena pemanasan yang cukup besar menjadi penyebab turunnya hujan deras disertai kilat dan angin kencang.

"Pemanasan yang cukup dan labilitas yang relatif masih tinggi menjadi penyebab utama terbentuknya awan cumulunimbus yang biasa membawa hujan deras disertai kilat/petir dan angin kencang," ujar Ida kepada CNNIndonesia.com lewat pesan teks, Rabu (8/6) sore.

Sebagai informasi, dalam seminggu terakhir sejumlah wilayah di Jabodetabek diguyur hujan intensitas sedang. Pantauan CNNIndonesia.com di Bandung, Jawa Barat mulai Senin (6/6) juga dilanda hujan sore hingga malam hari.

"Untuk kondisi cuaca di sebagian besar wilayah Indonesia secara umum didominasi cerah berawan - berawan pada pagi - siang hari. Namun potensi hujan sedang - lebat disertai kilat/petir dengan durasi singkat masih berpeluang terjadi pada sore hingga malam harinya," tandasnya.

Lebih lanjut Ida menjelaskan berdasarkan data dari BMKG pada 31 Mei, sebanyak 26,6 persen wilayah Indonesia masuk awal musim kemarau. Sebagian sisanya baru masuk kemarau pada Juni hingga Juli.

Ia menambahkan sebagian wilayah Indonesia sedang mengalami peralihan musim, dari musim hujan ke kemarau atau disebut pancaroba.

Peralihan musim di wilayah Indonesia, kata Ida, diprediksi akan berlangsung pada akhir Juni-Juli. Sebanyak 50 persen wilayah Indonesia disebut sudah beralih ke musim kemarau.

"Potensi cuaca terik berpeluang masih bisa terjadi hingga musim kemarau berakhir, juga masih terdapat potensi hujan di musim kemarau walau intensitasnya lebih rendah dibanding peralihan musim," katanya.

La Nina bertahan hingga medio 2022

Di samping itu Ida mengungkap fenomena La Nina masih bertahan hingga pertengahan 2022. Sejak April hingga Mei indeks El Niño Southern Oscillation (ENSO) menunjukkan terjadi penguatan intensitas La Nina.

"La Nina ini umumnya akan berdampak pada curah hujan tinggi. 47 persen wilayah zona musim terlambat masuk musim kemarau," tandasnya.

(can/fea)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER