Fitur Premium Telegram Dirilis, Bisa Kirim File 4 GB-Ikuti 1.000 Kanal

CNN Indonesia
Senin, 20 Jun 2022 11:20 WIB
Usai mencapai 700 juta pengguna aktif bulanan, Telegram merilis fitur premium seharga dengan harga versi India Rp90 ribu per bulan. Ilustrasi. Pengguna aktif bulanan Telegram diklaim capai 700 juta. (Foto: iStockphoto/stockcam)
Jakarta, CNN Indonesia --

Telegram merilis fitur premium usai mencapai 700 juta pengguna aktif bulanan. Fitur ini menawarkan sejumlah tambahan kapasitas dan kecepatan lebih bagi penggunanya.

Dikutip dari situs resminya, fitur premium pada Telegram menawarkan sejumlah fitur tambahan seperti mengirim file berukuran besar hingga 4 GB yang pada fitur standar hanya 2GB. Selain itu, Telegram menyebut fitur premium akan mendukung pengunduhan yang lebih cepat dari biasanya.

Pengguna yang berlangganan fitur premium juga dapat mengikuti hingga seribu kanal, dua kali lipat jumlah kanal yang bisa diikuti pengguna standar. Kemudian pengguna premium juga memungkinkan pembuatan hingga 20 folder obrolan dengan masing-masing folder mencakup 200 ruang obrolan.


Pengguna fitur premium juga dapat menambahkan hingga empat akun dalam aplikasinya, serta melakukan pin pada 10 chat.

Pengguna premium juga akan memiliki kemampuan untuk mengubah pesan suara menjadi teks, mendapatkan akses ke stiker dan reaksi eksklusif serta menggunakan gambar animasi sebagai foto profil mereka. Pelanggan yang membayar juga dapat menghindari melihat iklan di aplikasi.

Dilansir Tech Crunch, langkah ini merupakan upaya perusahaan yang bermarkas di Dubai itu untuk menjaga perkembangannya, terutama yang didorong oleh penggunanya, bukan pengiklan.

Peluncuran fitur premium ini menjadikan Telegram sebagai aplikasi pesan instan pertama dengan ratusan juta pengguna meluncurkan tingkat premium. Signal, WhatsApp, Facebook Messenger, Apple's Messages, dan Google's Messages, yang merupakan pesaing utama Telegram, tidak memiliki fitur premium itu.

Beberapa analis sebelumnya berharap Telegram dapat memonetisasi platform melalui proyek token blockchain-nya. Setelah beberapa penundaan dan masalah peraturan, Telegram mengatakan pada 2020, mereka telah meninggalkan proyek dan menawarkan untuk mengembalikan uang US$1,2 miliar yang telah dikumpulkan dari investor.

Sebelumnya pada Maret 2021, Telegram berhasil mengumpulkan lebih dari US$1 miliar dari sejumlah investor termasuk Mubadala dan Mitra Katalis Abu Dhabi dengan menjual obligasi konversi pra-IPO 5 tahun.

"Hari ini adalah hari penting dalam sejarah Telegram - menandai tidak hanya tonggak sejarah baru, tetapi juga awal dari monetisasi berkelanjutan Telegram," kata perusahaan itu dalam situsnya, Minggu (19/6).

Pada awal Juni, pendiri dan kepala eksekutif Telegram Pavel Durov mengatakan langkah untuk meluncurkan fitur premium adalah untuk menanggapi permintaan pengguna akan penyimpanan/bandwidth tambahan.

"Setelah memikirkannya, kami menyadari satu-satunya cara untuk membuat penggemar berat kami mendapatkan lebih banyak sambil menjaga fitur yang ada tetap gratis adalah dengan menghadirkan opsi berbayar," kata dia.

Di India, versi premium dibandrol dengan harga US$6 atau sekitar Rp90 ribu untuk pengguna iPhone. Alex Barredo, seorang komentator teknologi yang berbasis di Spanyol, melaporkan melihat US$5,77 atau sekitar Rp85 ribu sebagai biaya bulanan.

[Gambas:Video CNN]

(lom/arh)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER