Misi Bersejarah NASA di Australia, Luncurkan Roket Angkut Mini Hubble

CNN Indonesia
Senin, 27 Jun 2022 13:30 WIB
NASA meluncurkan misi pertamanya dari luar AS lewat lewat peluncuran teleskop mini Hubble dari Pusat Antariksa Arnhem, Darwin, Australia. Ilustrasi. Untuk pertama kalinya NASA meluncurkan misinya dari luar AS. (Foto: REUTERS/STEVE NESIUS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) mencetak sejarah usai meluncurkan misi perdana dari luar Amerika Serikat.

Adalah Australia, yang menjadi tuan rumah peluncuran misi bersejarah NASA di stasiun luar angkasa di luar AS. Ini sekaligus menjadi roket NASA pertama yang diluncurkan dari Australia sejak 1995.

Perdana Menteri Australia Anthony Albanese memuji peluncuran itu sebagai awal dari 'era baru' bagi industri luar angkasa negara tersebut.

Sebelum diluncurkan, roket harus diangkut dengan tongkang ke lokasi jarak jauh yang menempuh sekitar 28 jam perjalanan dari Darwin di Australia Utara. Itu merupakan peluncuran pertama dari tiga misi yang direncanakan dari Pusat Antariksa Arnhem.

Roket tersebut membawa teknologi yang disamakan dengan teleskop "mini Hubble", lepas landas sekitar 350 kilometer (218 mil) ke langit pada Jumat (24/6) malam waktu setempat.

"Ini adalah kesempatan penting bagi kami sebagai perusahaan pada khususnya, tetapi ini bersejarah bagi Australia," kata CEO Equatorial Launch Australia Michael Jones sebelum peluncuran dilansir South China Morning Post.

Dikutip dari abc.net.au, misi ini menandai peluncuran ruang angkasa komersial pertama dalam sejarah Australia sekaligus peluncuran roket pertama NASA dari stasiun antariksa komersial di luar Amerika Serikat.

Jones menambahkan lokasi yang unik telah membuat persiapan yang sulit dan perlu waktu bertahun-tahun untuk mendapatkan persetujuan, peraturan dan kebutuhan untuk mengangkut roket dengan tongkang ke lokasi peluncuran.

"Saya pikir untuk tim sangat melegakan karena akhirnya selesai," kata Jones.

Sementara itu, peluncuran berikutnya direncanakan pada tanggal 4 Juli. "Kami perlu bersih-bersih dulu, mengambil cuti, dan kemudian kembali ke sana dalam kesiapan untuk peluncuran berikutnya karena itu sama pentingnya," imbuhnya.

Jones, pemilik perusahaannya yang mengoperasikan situs peluncuran di ujung utara Australia, menggambarkannya sebagai pesta "keluar" untuk industri luar angkasa. Ia menyebut kesempatan bekerja dengan NASA adalah tonggak sejarah bagi perusahaan luar angkasa komersial di negara itu.

Setelah serangkaian penundaan akibat hujan dan angin, roket yang bersuara suborbital melayang ke langit untuk mempelajari sinar-X yang berasal dari sistem Alpha Centauri A dan B.

Setelah mencapai puncaknya, muatan roket akan menangkap data pada sistem bintang sebelum kembali ke bumi.

Menurut NASA, peluncuran tersebut menawarkan pandangan sekilas yang unik dari sistem yang jauh dan membuka kemungkinan baru bagi para ilmuwan.

"Kami senang dapat meluncurkan misi sains penting dari Belahan Bumi Selatan dan melihat target yang tidak dapat kami lakukan dari Amerika Serikat," Nicky Fox, direktur Divisi Heliofisika NASA.

[Gambas:Video CNN]

(ttf/arh)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER