Spotify Rilis Fitur Karaoke, Bisa Nilai Suara Pengguna Bak Inul Vizta

CNN Indonesia
Rabu, 29 Jun 2022 19:00 WIB
Spotify meluncurkan fitur karaoke yang juga bisa memberi nilai suara pengguna seperti di tempat olah vokal populer. Ilustrasi. Spotify merilis fitur karaoke. (Foto: iStockphoto/lisegagne)
Jakarta, CNN Indonesia --

Aplikasi streaming musik Spotify meluncurkan fitur karaoke baru yang bisa menilai suara penggunanya.

Dikutip dari Tech Radar, penilaian itu dilakukan lewat mikrofon yang ada di perangkat yang menganalisis seberapa baik pitch pengguna saat bernyanyi. Kualitas bernyanyi pengguna nantinya akan dinilai dengan skor dari 1 sampe 100.

Fitur karaoke terbaru ini merupakan satu dari sederet fitur yang diluncurkan Spotify dalam beberapa waktu terakhir. 

Sebelumnya, Spotify telah meluncurkan fitur komunitas mereka di perangkat mobile. Selain itu, Spotify juga mengumumkan rencananya akan memperkenalkan platform audiobook dalam beberapa bulan mendatang.

Lebih lanjut, pengguna perangkat Android dan iOS dapat menggunakan fitur karaoke yang sekilas mirip fitur di tempat karaoke populer seperti Inul Vizta itu dengan mengupdate aplikasi ke versi terbaru. Namun, tampaknya fitur terbaru ini belum tersebar secara merata ke seluruh pengguna.

Bagi pengguna yang sudah dapat menggunakan fitur ini, pengguna hanya perlu memutar sebuah lagu dan pilih opsi lirik yang ada di bagian bawah layar.

Kemudian setelah liriknya muncul, pengguna dapat memilih opsi "sing" di bagian kanan atas layar. Setelah dipilih, penganalisis suara akan muncul di tengah layar untuk memberitahukan pengguna sedang dimonitor.

Spotify sendiri merupakan aplikasi streaming musik yang cukup populer di Indonesia. Aplikasi ini menawarkan layanan streaming musik gratis dan berbayar. Pengguna yang mendengarkan secara gratis akan diselingi oleh iklan setelah mendengarkan beberapa lagu.

Platform streaming musik populer ini sendiri menjadi salah satu perusahaan teknologi asing yang sudah terdaftar sebagai penyelenggara sistem elektronik (PSE) di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Setiap perusahaan teknologi yang masuk kategori PSE sesuai Peraturan Menteri Kominfo Nomor 5 Tahun 2020 harus mendaftarkan perusahaanya sebelum 21 Juli 2022 agar operasinya di Indonesia masih dapat dilanjutkan.

(lom/arh)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER